
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Anggota DPRD Kota Balikpapan, Nurhadi Saputra mengatakan, menjelang Ramadan 1443 H banyak masyarakat yang mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji nonsubsidi ukuran 12 kg sehingga banyak masyarakat yang beralih menggunakan tabung gas elpiji subsidi ukuran 3 kg (melon) sebab harganya sangat terjangkau.
Akibatnya banyak masyarakat kesulitan mencari gas elpiji 3 kg hingga menyebabkan antrian cukup Panjang. Menurut Nurhadi, Pemkot Balikpapan harus berkomunikasi dengan pihak PT Pertamina sehingga persoalan gas elpiji ini tidak terjadi seperti permasalahan kelangkaan minyak goreng. “Yang jelas kami minta peran pemerintah untuk mencari solusi tentang hal ini. Minimal kuota tabung gas melon bisa ditambah sehingga pasokan di lapangan tercukupi,” ujar anggota DPRD Dapil Balikpapan Timur, kepada media ini, Selasa (22/3/2022).

Menurutnya, banyak orang mampu menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi ini. Padahal seharusnya jatah untuk orang miskin. “Seharusnya orang mampu malu memakai gas melon. Itu bukan hak dia sebab gas melon disubsidi pemerintah. Saya mengimbau seharusnya yang menggunakan gas melon adalah orang yang berhak saja,” ujar Sekretaris DPC PPP Kota Balikpapan ini.
Dirinya berharap pengawasan ketat dilakukan oleh pemerintah, jangan sampai gas melon ini terlalu mahal dijual di tengah masyarakat. “Harga sudah ada patokan dari pemerintah jangan sampai menjadi mahal, tentunya pemerintah daerah harus memberi tindakan tegas atau warning ke agen penjual gas tersebut, apabila menjual di atas harga yang telah ditentukan oleh pemerintah,” pungkasnya.(sb-02)












