DPRD Paser

Dewan Ingatkan Pemkab Soal Amdal Sebelum Pembangunan Ratusan Lapak di Pasar Induk Penyembolum Senaken

692
×

Dewan Ingatkan Pemkab Soal Amdal Sebelum Pembangunan Ratusan Lapak di Pasar Induk Penyembolum Senaken

Share this article
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser Edwin Santoso

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Pemerintah Kabupaten Paser berencana membangun 300 lapak baru di Pasar Induk Penyembolum Senaken menggunakan APBD 2022 senilai Rp 8 miliar. Pembangunan tersebut dilakukan bertujuan untuk penataan kawasan pasar agar lebih nyaman, bersih, tertib, dan rapi.

Ketua Komisi III DPRD Paser Edwin Santoso mengingatkan pemerintah daerah untuk memperhatikan analisis dampak lingkungan (Amdal) sebelum dilaksanakan pembangunan gedung baru.

Pasalnya apabila melihat kejadian-kejadian sebelumnya banyak sekali pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan Amdal yang menyebabkan banjir. “Amdal segera dirampungkan dahulu, jika saya lihat kondisi di lapangan perlu adanya sodetan baru ke arah sungai,” kata Edwin di ruang kerjanya, pada media ini, Selasa (19/4/2022).

Lanjut Edwin, sodetan yang ada saat ini, telah didirikan bangunan oleh masyarakat dan diklaim tanah masyarakat bukan milik pemerintah daerah. Kawasan Desa Senaken sangat dekat dengan area pasar dan sudah menjadi wilayah padat penduduk.

Meskipun drainase itu telah dibangun, fakta di lapangan masyarakat telah memanfaatkan sebagai pendirian bangunan usaha disitu. Ia pun dengan tegas mengingatkan agar pendirian bangunan yang nantinya menelan anggaran sebesar Rp 8 miliar tahun ini benar-benar harus memperhatikan Amdal. “Ekseskusinya seperti apa dulu, baru permasalahan bangunan. Jangan sampai ketika sudah terbangun ada permasalahan serupa dikemudian hari,” tegasnya.

Dapat diambil contoh kata Edwin,saat sudah terbangun gedung baru di area blok A dan B di pasar tersebut akibat terbakar beberapa tahun silam, hingga sekarang belum juga ada kepastian mengenai Amdal itu. “Saya sidak beberapa kali, melalui komisi DPRD dan juga pribadi, saluran pembuangan air yang ada di Pasar Senaken terlalu rumit dan tidak jelas,” cetusnya.

Edwin menambahkan, aliran air di belakang pasar terhenti, apalagi kawasan pasar lebih tinggi dibandingkan dengan area permukiman warga,jika parit tersebut jebol, secara langsung area sekitar akan tercemar. “Aliran air drainase ini kotornya luar biasa, terutama bagian belakang, warna air hitamnya luar biasa dan baunya menyengat sekali,” tegasnya.(sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *