Kabupaten Paser

Cegah BBLR dan Stunting, Petugas Puskesmas Kuaro Gelar Penyuluhan di Desa Kelempang Sari

199
×

Cegah BBLR dan Stunting, Petugas Puskesmas Kuaro Gelar Penyuluhan di Desa Kelempang Sari

Share this article
Penyuluhan tentang pencegahan BBLR dan Stunting di Desa Kelempang Sari, Kecamatan Kuaro

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Puskesmas Kuaro menggelar penyuluhan kepada masyarakat Desa Kelempang Sari, Kecamatan Kuaro terkait upaya pencegahan bayi berat lahir rendah (BBLR) dan stunting, pada Jumat (8/7/2022)

Petugas gizi Puskesmas Kuaro Erni Evriaty didampingi drg. Viel Sidhatut mengatakan,  permasalahan gizi, kesehatan gigi dan mulut acap kali terjadi pada masa remaja, sehingga sangat rentan terserang penyakit dan mengalami kekurangan gizi ketika dewasa. “Ini merupakan sebagai salah satu upaya mencegah potensi gizi kurang baik. Untuk itu,  masyarakat perlu memperhatikan gizi serta kesehatan gigi dan mulut pada usia remaja,” kata drg Viel Sidhatut di sela-sela penyukuhan, pada Jumat (8/7/2022).

Ia menuturkan, dengan menjaga kesehatan mulut dan gigi dapat menghindari bayi lahir prematur dan BBLR sebab kekurangan gizi beresiko bagi remaja puteri melahirkan bayi kurang gizi. “Setiap remaja yang kekurangan gizi akan menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan seperti anemia dan stunting,” akunya.

drg Viel Sidhatut menambahkan, remaja putri yang mengalami anemia ketika hamil akan  mengalami kekurangan energi dan protein sehingga berpotensi BBLR dan stunting. “Untuk itu, segera periksa kesehatan ke dokter sehingga tidak berpotensi BBLR dan stunting,”pungkasnya.

Sekadar diketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. (adv/sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *