
TANA PASER,suarabalikpapan.com-Dunia perfilman di Kaltim kembali bergairah pasca Pandemi Covid-19. Aprial Fakih salah satu dosen selaku sutradara film di Kabupaten Paser berhasil memproduksi film genre religi melibatkan talenta lokal dengan judul The Hijrah. Para pemeranya Ahmad Fahsaufi sebagai Claudia atau Salim, Nurmi Andi Sodding sebagai Naya serta Syahra Nur Rifdah sebagai Yuni.
Aprial Fakih mengatakan, semula Film The Hijrah akan ditayangkan akhir Januari 2022 lalu. Namun karena sedang proses sensor sehingga pihaknya menunda penayangan perdana di bioskop. “Makanya kami tunda sementara peluncuran Film The Hijrah ini karena sedang mengurus izin sensor,” kata Aprial Fakih, kepada media ini, pada Minggu (24/7/2022).
Ia menegaskan, saat ini Film The Hijrah sudah mendapatkan izin sensor sehingga layak tayang di bioskop-bioskop. Salah satunya tayang di CGV Cinemas Plaza Balikpapan pada Minggu (31/7/2022) pukul 10.00 – 12.00 Wita. “Seluruh persyaratan sudah terpenuhi, kami juga sudah mendapatkan jadwal tayang di bioskop,” akunya.
Selaku pemuda Passer, dirinya berharap, akan memacu pemuda Paser lainya untuk berkarya. Sebab ia menilai kreativitas pemuda di Paser sudah pantas untuk bersaing dengan pemuda daerah lain. “Semoga saja ini bisa menjadi pemicu dan motivasi bagi segenap pemuda di Paser, untuk terus berkarya dan memberikan hasil yang terbaik untuk Paser,” harapnya.
Menurut Aprial Fakih, dalam pengerjaan syuting film tersebut, ia mengaku mendapat dukungan dari Pemkab Paser khususnya Bupati dr Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Hj Syarifah Masitah Assegaf. Untuk itu, kedepan dirinya berencana merilis film genre sejarah Kabupaten Paser. “Ini menjadikan semangat dan motivasi bagi kami, rencananya di tahun 2023 kami akan merilis film dengan genre sejarah Paser. Kami berharap mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Paser,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Kabupaten Paser, Muksin mengapresiasi keberhasilan warna film yang sudah menjadi pelopor pengembangan Ekonomi Kreatif di Paser. “Sektor perfilman ini masuk dalam salah satu sub sektor ekonomi kreatif. Kami menganggap ini salah satu keberhasilan pemuda di Paser, sudah tentu ini akan didukung oleh Pemkab Paser,” kata Muksin.
Muksin menambahkan, sebagai bentuk dukungan Pemkab Paser pada warna film, pihaknya akan menyediakan sejumlah anggaran untuk membuat film berkaitan dengan kearifan lokal. “Kami akan siapkan anggaran untuk menggarap film berkaitan dengan kearifan Lokal. Rencananya di tahun 2023, tapi untuk besaran anggaran masih kami bahas bersama dengan pihak warna film,”pungkasnya.(adv/sb-06)












