DPRD Balikpapan

Dewan Minta Kebocoran Waduk Telaga Sari Segera Dituntaskan

158
×

Dewan Minta Kebocoran Waduk Telaga Sari Segera Dituntaskan

Share this article
Komisi III DPRD Balikpapan dipimpin Alwi Al Qadri ketika melakukan sidak proyek perbaikan kebocoran Waduk Telaga Sari

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Pekerjaan proyek Waduk Telaga Sari, di kawasan Gunung Pasir, Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota yang sempat mengalami kebocoran telah tuntas. Saat ini, telah memasuki tahap pemeliharaan.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri, di sela-sela sidak ke Waduk Telaga Sari, Selasa (4/10/2022). Dalam sidak tersebut Alwi didampingi Wakil Ketua DPRD Sabaruddin Panrecalle dan beberapa anggota Komisi III, Plt Kabid SDA DPU Kota Balikpapan Faridah, serta pihak konsultan dan kontraktor. “Sebenarnya pengerjaan di Bendali Telagasari ini tidak ada masalah, hanya saja ketika diatasi satu titik yang bocor, muncul di titik yang lain, saat ini memang ada satu titik kebocoran dan saya minta untuk segera di atasi,” kata Alwi kepada awak media di sela-sela sidak.

Kendati demikian, Alwi mengaku, kebocoran tersebut bisa diatasi. Apalagi Pemkot Balikpapan sudah mengucurkan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar. Untuk itu, dia meminta kepada pihak kontraktor agar memanfaatkan dana tersebut sebaik-baiknya. “Jangan sampai dengan anggaran sebesar ini kesannya tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan. Maka dari itu kami meminta RAB-nya, apa benar sesuai dengan spek-spek yang ada,” ujar Alwi.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sabaruddin Panrecalle, ia mengatakan jangan sampai anggaran yang digelontorkan begitu besar belum bisa mengatasi kebocoran di Waduk Telaga Sari.  “Kami meminta konsultan perencanaan,  bersama kontraktor untuk menjelaskan apa yang terjadi dan kendala ketika pengerjaan Waduk Telaga Sari ini,” kata politisi Gerindra ini.

Sementara itu, konsultan pengawas proyek Waduk Telaga Sari, Wahyu mengatakan, faktor cuaca menjadi salah satu kendala pengerjaan proyek ini, curah hujan yang tinggi mengakibatkan pekerjaan menjadi terganggu.  “Analisa kami, kemungkinan pada saat penimbunan ada material yang tidak sepenuhnya tanah, mungkin ada kerikil atau batu yang bisa saja menjadi celah membuat air lolos. Maka dari itu ketika pintu air ditutup dan air tertampung, membuat tekanan tinggi, dan menjadikan air masuk melalui celah yang tidak sepenuhnya tanah,” jelasnya.

Sementara itu, kontraktor proyek Waduk Telaga Sari, H. Mansyur mengaku sudah ada lima titik kebocoran yang bisa diatasi, tinggal satu titik saja yang saat ini sedang ditangani. “Titik terakhir ini bukan bocor hanya rembes saja. Jadi tanah yang becek-becek di titik tersebut akan kami buang dulu, lalu kami beri geotek dan ditimbun lagi dengan tanah blengket, kemudian  dipadatkan menggunakan distamper. Itu dilakukan terus secara bertahap hingga benar-benar padat tidak rembes lagi,” pungkasnya.(sb-02) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *