
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Dalam menjaring aspirasi masyarakat kota Balikpapan, khususnya warga RT 10 Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan. Pantun Gultom menggelar Reses Masa Sidang III/2022, pada Minggu (31/10/2022).
Perwakilan warga RT 10 Sepinggan Raya menyampaikan berbagai macam aspirasinya, seperti perbaikan jalan, drainase, keluhan masalah sekolah dan pemasangan pipa air bersih. Seperti yang disampaikan Nuhayati warga RT 10 Sepinggan Raya yang meminta agar drainase di lingkungannya dapat segera diperbaiki, mengingat lokasi ini selalu kebanjiran setiap hujan. “Jadi setiap hujan, warga tidak bisa tidur karena sibuk mengamankan barangnya dari banjir,” ucap Nuhayati.
Hardi perwakilan warga RT 10 menyampaikan, selain keluhan perbaikan drainase, ia juga mengeluhkan masalah zonasi SD saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Apalagi untuk masuk sekolah anak mereka harus berusia 7-8 tahun. Sedangkan sekolah di daerah ini cuma satu yakni SDN 007 Balikpapan Selatan.
Lalu Giran warga RT 10 meminta perbaikan jalan lingkungan sebab 60 persen jalan di daerah ini sudah rusak. “Begitu juga dengan air bersih yang tidak masuk daerah kami, sehingga sebagian warga masih menggunakan air pompa. Maka itu kami minta bapak DPRD untuk bisa memperhatikan usulan kami,” kata Giran.
Menanggapi usulan itu, anggota DPRD Balikpapan Pantun Gultom mengatakan, untuk permasalahan drainase dilokasi ini, menurut Ketua RT 10 sejak 2014 sudah ada DED-nya. Bahkan pihak DPU akan mengkroscek kembali DED yang sudah ada. Ia pun yakin jika DED itu sudah ada, hanya masalah penganggaran saja. “Jadi saya akan mendukung itu, karena kita tidak ingin itu terulang kembali, kasihan warga disini kalau tenggelam. Jadi ini salah satu prioritas utama,”kata Pantun Gultom usai kegiatan reses.
Lanjutnya, apalagi lahannya sudah ada dan mungkin hanya ada satu dua yang informasinya perlu dibebaskan. Tetapi jangan karena dua yang menghalangi, harus mengorbankan warga banyak. Yang pasti ia akan bantu kawal ini ke teman-teman DPRD yang bermitra dengan DPU, agar bisa segera teralisasikan. Untuk masalah anggaran bisa melalui anggaran multiyears, paling tidak ada progres untuk warga di daerah ini. “Begitu juga dengan masalah jalan. Dan alhamdulillah ada warga yang mau menghibahkan tanahnya seluas 1 meter untuk jalan, meski ada dua rumah yang masih bermasalah,” akunya.
Sementara untuk PPDB SD anak berusia 7-8 tahun, dikarenakan masalah zonasi. Meski zonasi sekarang sebenarnya diminta minimal 6,5 tahun, tetapi karena ini mereka tidak bisa masuk sekolah. Dirinya sangat prihatin dengan warga sekitar, namanya saja mereka tinggal di pusat kota, tetapi kenyataannya mereka minim dapat. “Mudah-mudahan dengan saya bisa ketemu Pak RT dan warga yang mengalami kesulitan yang sama. Tahun ajaran yang akan datang tolong saya dihubungi jika masih ada kendala yang sama, kasihan anak kalau terlalu tua masuk SD,” pungkasnya.(sb-02)












