DPRD Paser

Dewan Minta Pembangunan Stadion Tepian Batang dan Sirkuit di Belakang Stadion Sadurengas Dilanjutkan

461
×

Dewan Minta Pembangunan Stadion Tepian Batang dan Sirkuit di Belakang Stadion Sadurengas Dilanjutkan

Share this article
Stadion Tepian Batang, salah satu proyek infrastruktur di Kabupaten Paser yang terhenti pembangunannya

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Guna menjalankan fungsi pengawasan, anggota Komisi III DPRD Paser Eva Sanjaya meminta agar Pemkab Paser melanjutkan beberapa pembangunan infrastruktur yang sempat terhenti diantaranya Pembangunan Stadion Tepian Batang serta sirkuit di belakang Stadion Sadurengas. “Dengan adanya tambahan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat, diharapkan Pemkab Paser dapat mengalokasikan angaran tersebut untuk beberapa aset yang tersendat pembangunannya,” kata Eva Sanjaya yang juga merupakan anggota Banggar DPRD Paser.

Eva melanjutkan, sampai saat ini terdapat beberapa infrastruktur yang tertunda pembangunannya, ia berharap Pemkab Paser kembali melanjutkan pembangunan tersebut seperti Stadion Tepian Batang serta sirkuit di belakang Stadion Sadurengas sebab infrastruktur tersebut sangat bermanfaat bagi prestasi olahraga di Kabupaten Paser. “Tentunya para pemuda yang ingin menyalurkan hobi mereka, seperti balapan motor sudah tersedia tempatnya, tidak balapan liar lagi, serta yang hobi berolahraga juga dapat memanfaatkan Stadion Tepian Batang yang saat ini belum maksimal pembangunannya,” ujarnya.

Menurutnya, beberapa infrastruktur yang masih tertunda pembangunannya, sangat disayangkan jika tidak dilanjutkan. Ia meminta agar dapat diprogramkan kembali pada tahun 2023. “Kami meminta pembangunannya dilanjutkan sebab sangat dapat dimanfaatkan oleh anakp-anak muda di Kabupaten Paser,”akunya.

Dikatakan Eva, pada APBD 2021 lalu tidak ada anggaran untuk sirkuit yang rencananya dibangun di belakang Stadion Sadurengas. Namun saat ini APBD Paser semakin meningkat setiap tahunnya, sangat disayangkan jika tidak dilanjutkan pembangunannya. Harus diakui animo balap khusus generasi muda sangat tinggi, namun karena ketiadaan sirkuit, akhirnya mereka melampiaskan hobinya di jalan umum. “Padahal, aksi itu sangat berbahaya, bukan hanya dirinya, tapi juga pengguna jalan lainnya,”pungkasnya.(sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *