DPRD Paser

Komisi III DPRD Paser Kunker ke UP3 PLN Balikpapan

129
×

Komisi III DPRD Paser Kunker ke UP3 PLN Balikpapan

Share this article
Jajaran Komisi III DPRD Paser saat berkunjung ke UP3 PLN Balikpapan baru-baru ini

TANA PASER,suarabalikpapan.com-Adanya keluhan masyarakat terkait kurang maksimalnya jaringan listrik di Kecamatan Tanah Grogot, membuat Komisi III DPRD Paser melakukan kunjungan kerja ke Unit Layanan Pelanggan (UP3) PLN Balikpapan baru-baru ini. Mereka mempertanyakan sekaligus mencari solusi terkait permasalahan tersebut. Ketua Komisi III Edwin Santoso memimpin kunjungan tersebut didampingi Wakil Ketua Komisi Basri Masyur, Sekretaris Komisi Dian Yuniarti beserta anggota Budi Santoso dan Eva Sanjaya serta Manager PLN ULP Tanah Grogot Nur Khamdan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Paser Basri Masyur mengatakan, terdapat beberapa desa di Kecamatan Tanah Grogot yang belum terpasang jaringan dan tiang listrik seperti di Desa Sempulang yang merupakan desa mandiri namun masih terdapat 28 KK yang tidak terpasang tiang listrik, sementara 28 KK tersebut telah berlangganan PLN bertahun-tahun.
“Jadi mereka ini bisa menyambung listrik dari rumah terakhir yang sangat dekat dengan tiang listrik, tentunya harus membeli kabel sepanjang 200 sampai 300 meter untuk sampai ke rumah mereka, nah itu yang kami tanyakan ke PLN Balikpapan,” kata Basri Masyur, Kamis (23/2/2023).
Basri melanjutkan, disini menimbulkan pertanyaan bagaimana pendekatan mereka kepada masyarakat dalam hal pelayanan, sementara masyarakat  di Desa Sempulang ini sudah berlangganan dua tahun lalu dan kenapa tidak ditertibkan dan penyempurnaan jaringan listriknya disitu  oleh pihak PLN. Dari hasil diskusi dengan pihak UP3 PLN Balikpapan ia bersyukur telah mendapatkan jawaban terkait permasalahan tersebut.
“Kami bersyukur telah dijawab oleh Manajer UP3 PLN Balikpapan, insyaallah mereka akan menertibkan dan segera memasang tiang listrik di Desa Sempulang,” jelasnya.
Pihak Komisi III DPRD Paser kata Basri, juga mempertanyakan permasalahan yang dialami di Desa Jone, sampai saat ini masih ada 25 KK yang membutuhkan jaringan listrik di desa tersebut karena kekurangan 1 gardu untuk membagi listriknya kedalam.
Dari informasi yang didapat dari masyarakat sekitar pada sebelumnya permukiman yang dihuni 25 KK tersebut tidak masuk kedalam kawasan perumahan di Desa Jone, namun saat ini sudah jadi satu karena ada akses masuk. “Bagaimana pun juga ini masyarakat kita, dan bagaimana pelayanan PLN sampai di masyarakat,” ujarnya.
Hal tersebut  kata Basri juga telah disampaikan ke UP3 PLN Balikpapan, bagaimana terkait pemasang ini dan bagaimana solusinya, jangan sampai memberatkan masyarakat dengan mematok harus memasang KWH yang tinggi. “Insyaallah ada jawaban dari manajer UP3 Balikpapan, mereka akan tinjau dan memasukkan kedalam perencanaan mereka mudahan segera bisa dilaksanakan,” harapnya.
Sedangkan untuk Desa Sungai Tuak ia menambahkan masih ada 30 KK yang belum teraliri listrik sedangkan di Desa Pulau Rantau sampai saat ini masih terdapat ratusan KK yang belum terlayani listrik PLN di 4 RT di desa tersebut. Memang kendalanya adalah infrastruktur jalan yang memang menghambat untuk pengembangan jaringan disana. “Hanya di RT 1 dan RT 4 Pulau Rantau saja yang sudah sampai jaringan listriknya tepatnya di kantor desa saja,” ucapnya.
Basri menambahkan terkait permasalahn infrastruk jalan di Desa Pulau Rantau pada tahun ini terdapat anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk pembangunan akses jalan di desa tersebut, jembatan pun juga telah dibangun di sana. “Pembangunan jalan tersebut rigit, kami harapkan setelah perbaikan jalan selesai PLN segera melakukan pemasangan jaringan tiang disana,”harapnya.(sb-06)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *