Provinsi Kaltim

Indeks Literasi Digital Kaltim Lebih Tinggi Dibanding Nasional

184
×

Indeks Literasi Digital Kaltim Lebih Tinggi Dibanding Nasional

Share this article
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim HM Syafranuddin

SAMARINDA,suarabalikpapan.com- Indeks Literasi Digital Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2022 mencapai 3,62 poin. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan Indeks Literasi Digital Indonesia yang hanya mencapai 3,54 poin. Sejak dua tahun terakhir, Indeks Literasi Digital di Kaltim berada di angka yang sama dengan kategori sedang, membuat Kaltim menjadi provinsi ketiga tertinggi di Indonesia dengan literasi digitalnya. Capaian ini disampaikan dalam acara Peluncuran Status Literasi Digital Indonesia Tahun 2022 di yang berlansung di Menara Danareksa Office Tower, Jakarta pada awal Febuari ini. “Pada tahun 2020, Indonesia hanya memperoleh skor 3,46 poin. Kemudian tahun 2021 naik menjadi 3,49 poin atau naik 0,03 poin. Tahun ini, Indonesia berhasil naik 0,05 poin dari 3,49 menjadi 3,54 poin,” papar Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan.

Di Kaltim sendiri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim  melalui Dinas Perpustakaan dan Keasrsipan Daerah (DPK) Kaltim gencar melakukan sosialisasi literasi digital ke seluruh wilayah kabupaten/kota di Kaltim. Kepala DPK Kaltim HM Syafranuddin, mengaku bersyukur dengan capaian tersebut. Menurut dia, dengan keberhasilan mempertahankan capaian indeks literasi di Kaltim, semakin membuat instansi yang dipimpinnya semangat untuk membat inovasi-inovasi dan program baru peningkatan literasi yang merata ke seluruh wilayah di Kaltim.
“Perlu kerja keras lagi, termasuk meningkatkan sarana dan prasarana. Kita juga akan meningkatkan layanan digital seperti e-book, iKaltim dan Pustaka Borneo. Dengan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan layanan kepada Pemustaka. Selain itu, melalui layanan digital akan semakin mendekatkan masyarakat dengan literasi,” kata pria yang karib disapa Ivan ini.
Dalam rangka mengembangkan literasi digital pada masyarakat, DPK Kaltim turut mempersiapkan fasilitas dan layanan berbasis teknologi yang akan diperkenalkan kepada masyarakat secara bertahap. Diantaranya, peralihan kartu anggota perpustakaan, yang semula dicetak secara fisik, namun nantinya akan berbasis scan kode QR atau barcode. “Ini upaya kami untuk memperkenalkan sistem digital kepada masyarakat, agar mudah dalam mengakses koleksi buku,” tutupnya.(sb-02/adv/dpk-kaltim) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *