BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur bersama TPPS Provinsi Kaltim menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, pada Kamis (9/3/2023) malam. Kegiatan ini membahas penanganan stunting dan program bangga kencana di Kaltim.
Rakerda TPPS Kaltim, Bahas Penanganan Stunting dan Program Bangga Kencana
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Kaltim, Sunarto mengatakan, pertemuan kali ini diikuti 10 Ketua TPPS Kabupaten/Kota di Kaltim. Yakni Ketua TPPS Samarinda, Balikpapan, Bontang, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu serta Berau. “Pertemuan ini kami lakukan untuk mengetahui kendala-kendala di lapangan dalam penanganan stunting,” kata Sunarto usai ramah-tamah.
Menurutnya, prosentasi angka stunting secara nasional meningkat sebesar 1,1 persen dari 22,8 persen menjadi 23,9 persen. “Jadi kami akan melakukan Rakerda membahas tentang pembangunan kependudukan dan program bangga kencana sekaligus mereview data SSGI (Survey Status Gizi Indonesia) yang naik 1,1 persen angka stuntingnya,” ujar Sunarto.
Selain itu, disebutkan Sunarto, pihaknya juga akan mendiskusikan beberapa hal penting dalam Rakerda ini terkait upaya-upaya mencegah meningkatnya angka stunting di Kaltim. “Insyaallah Rakerda akan dihadiri Gubernur Kaltim Isran Noor, Kepala BKKBN RI Dwi Listyawardani selaku pembina wilayah Kaltim dan malam ini telah hadir Wahyuniati Inspektorat BKKBN Wilayah III yang bertanggung jawab di wilayah Kaltim,” terangnya.
Sedangkan tujuan dari kegiatan ini menurutnya, untuk mendorong kemitraan agar berkolaborasi dalam merumuskan capaian program bangga kencana. “Namun yang paling penting adalah bagaimana menurunkan angka stunting yang ditargetkan turun 14 persen pada tahun 2024,” pungkasnya.(sb-02/adv/kominfo-kaltim)












