Provinsi Kaltim

Gubernur : Angka Stunting di Kaltim Akan Disurvei Ulang

95
×

Gubernur : Angka Stunting di Kaltim Akan Disurvei Ulang

Share this article
Gubernur Kaltim Isran Noor

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Gubernur Kaltim Isran Noor menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) membahas program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting  Provinsi Kaltim di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, pada Jum’at (9/3/2023). Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku angka stunting di Kaltim mengalami kenaikan 1,1 persen dari 22,8 menjadi 23,9 persen. “Bukan saya tidak percaya hasil riset sebelumnya tetapi saya akan lakukan survei ulang menggunakan dan APBD. Kita ingin tau saja, karena setelah saya amati daerah yang potensi tingkat kesejahteraan bagus itu mengalami kenaikan jumlah stuntingnya,” katanya.

Menurutnya, seperti daerah daerah yang jauh di Mahakam Ulu (Mahulu) itu turun 5 poin. “Jangan-jangan ini main tembak aja. Seperti di Kaltara itu mengalami penurunan jumlah stuntingnya, karena di Kaltara itu sangat susah dijangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, apa yang disampaikan Gubernur Kaltim sudah sangat tepat dengan melakukan survei ulang angka stunting di Kaltim.
“Jadi kalau hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) itu hasilnya banyak yang tidak cocok dengan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM),” kata Hasto.
Menurutnya, kalau survei secara ilmiah validitasnya itu boleh dibanding-bandingkan seperti survei dari Badan Pusat Statistik (BPS), Perguruan Tinggi dan dari Pemerintah Daerah. “Saya kira itu bagus sekali. Apalagi kalau jumlah sampelnya lebih banyak dan alat ukurnya dari Kemenkes kemudian metode surveinya disamakan dengan metode SSGI saya kira dengan cara begitu ini akan valid dan perguruan tinggi akan mengakui BPS mengakui itu akan keren. Saya kira itu satu langkah yang positif mungkin antara yang ada di lapangan dengan hasil SSGI belum sesuai, jadi saya kira itu langkah yang sangat bagus kalau ada survey ulang,” terangnya.
Selanjutnya, menurut Hasto, pihaknya akan meminta untuk menggerakkan tim pendamping keluarga stunting sebab ada dana operasional bagi 5.000 tim pendamping di Kaltim yang akan dilatih. “Saya minta gubernur bisa hadir secara virtual untuk memberikan arahan kepada tim pendamping  keluarga stunting. Harapan saya gubernur dan bupati cepat cairkan dananya kemudian berikanlah kepada tim pendamping tersebut supaya bekerja dengan penuh semangat,” pungkasnya.(sb-02/adv/kominfo-kaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *