DPRD Balikpapan

Sidak Proyek Sekolah Terpadu Kontraktor Kabur, Dewan Minta Diberi SP 1

94
×

Sidak Proyek Sekolah Terpadu Kontraktor Kabur, Dewan Minta Diberi SP 1

Share this article
Rombongan Komisi IV DPRD Balikpapan melakukan sidak terhadap proyek pembangunan sekolah terpadu di Kompleks Perumahan Balikapan Regency

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com–Komisi IV DPRD Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap proyek pembangunan sekolah terpadu di Kompleks Perumahan Balikapan Regency Senin (17/04/2023).

Ikut serta dalam sidak Ketua Komisi IV Doris Eko Rian Desyanto, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiomo, anggota Komisi IV Sandy Ardian, Muhammad Taqwa, Hasanuddin, Hj Kasmah, Yohanis Patiung, Parlindungan Sihotang dan pimpinan OPD terkait.
Tapi sayangnya jajaran direksi PT Sarjis Agung Wirajaya selaku kontraktor proyek tersebut enggan menemui anggota Komisi IV DPRD Balikpapan. Padahal,  Direktur Cabang PT Sarjis Agung Wirajaya yang dikabarkan berada di lokasi proyek tiba-tiba kabur. Akibatnya, rombongan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Doris Eko Rian Desyanto kecewa.
Mereka menyayangkan Direktur Cabang PT Sarjis Agung Wirajaya tiba-tiba kabur sehingga menimbulkan kecurigaan anggota dewan terhadap pengerjaan proyek senilai Rp 33,9 miliar lebih dengan mekanisme multi years contract (MYC).
Dalam sidak tersebut rombongan wakil rakyat ini ini hanya disambut oleh konsultan pembangunan, Kabag Pembangunan Pemkot Balikpapan serta perwakilan Disdikbud Balikpapan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Doris Eko Rian Desyanto mengatakan, saat RDP dengan pihaknya pekan lalu, dihadiri pihak konsultan, kontraktor, serta Disdikbud Balikpapan.
“Itu sesuai dengan laporan teman-teman dari Formak. Dilihat progresnya lebih dari 20 persen. Tapi dilihat kenyataan di lapangan tidak sesuai harapan. Makanya kami turun ke lokasi, melakukan peninjauan lapangan, benar nggak, apa yang disampaikan dalam RDP,” kata Doris usai sidak.
Ternyata, kata Doris, kondisi proyek pembangunan sekolah terpadu tersebut tidak sesuai harapan dan sangat mengecewakan. Kontraktor tidak hadir. Seharusnya hadir menjelaskan.
“Seharusnya lahan yang sudah ada yang bisa dikerjakan, tidak dikerjakan. Akses buat jalan untuk pekerjaan tidak dibuatkan. Disitu ada anggaran semua,” ujar Doris  yang mengaku kecewa.
Hingga sidak selesai sebut Doris, pihak kontraktor tidak datang menemui anggota dewan. Untuk itu atas beberapa temuan tersebut pihaknya meminta Disdikbud bersama pengawas proyek agar mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1 kepada PT Sarjis Agung Wirajaya selaku kontraktor proyek.
“Atas temuan ini, kami minta dinas terkait sama tim pengawas agar mengeluarkan SP 1 untuk kontraktor. Jangan sampai, anggaran ini besar tapi pembangunan tidak maksimal. Ini untuk masyarakat Balikpapan juga,” katanya.
Menurutnya pembangunan sekolah sangat penting sekali di Balikpapan. Jadi menurut Doris, kalau kontraktor tidak komitmen, asal-asalan mengerjakannya, dikhawatirkan pembangunan tidak selesai pada waktunya nanti. Kasihan masyarakat Balikpapan.
“Apalagi anggaran pembangunan sekolah terpadu ini sebesar Rp 33,9 miliar. Kami datang, tadi kontraktor katanya ke masjid, kami tunggu tidak hadir juga. Kenapa, kami hadir buat kepentingan bersama. Seharusnya, pembangunan sekolah terpadu ini sudah maksimal progres pembangunanya sebab baru 20,831 persen,”pungkasnya.(sb-02)    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *