Provinsi Kaltim

Penyelamatan Naskah Kuno Kaltim, Bentuk Autentik Sebuah Sejarah 

84
×

Penyelamatan Naskah Kuno Kaltim, Bentuk Autentik Sebuah Sejarah 

Share this article
Kepala DPK Kaltim HM Syafranuddin

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim, HM Syafranuddin menyampaikan tiga poin penyebab hancurnya ideologi sebuah bangsa. Tiga poin yang dimaksud adalah, pertama menghilangkan sejarah. Kedua, menghancurkan bukti-bukti sejarah itu hingga tidak bisa lagi diteliti ataupun dibuktikan kebenarannya. Ketiga, memutuskan hubungan masyarakat dengan budaya tradisi dari leluhur bangsa  sendiri dengan mengatakan leluhur itu bodoh dan primitif, kafir dan musyrik.

Menurutnya, ketika tiga poin tersebut telah hancur maka generasi mendatang tidak bisa lagi mengetahui sejarah bangsanya. Salah satu yang dimaksud adalah naskah kuno yang saat ini perlu diselamatkan. “Misalnya naskah kuno milik museum Mulawarman Kesultanan Kutai Kertanegara yang telah diserahkan kepada pemerintah. Museum itu sekarang di bawah naungan Pemprov Kaltim sehingga wajib dokumen tersebut dipegang,” jelasnya.
Hal tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah demi menghindari gugatan yang akan datang di masa depan. “Kalau hanya omongan dari mulut itu belum kuat, tetapi perlu ada bukti autentik. Perlu dilihatkan kepada publik sebagai bukti nyata, sayang kalau dokumen Museum Mulawarman belum dipegang,” ungkapnya.
DPK bersepakat dan berkomitmen terhadap seluruh stakeholder beserta penanganan Budaya di Kaltim untuk mengumpulkan naskah kuno. Naskah kuno sendiri merupakan kunci utama. “Seperti naskah kuno proklamasi yang telah dibacakan, sehingga bisa diakui keberadaanya pada saat ini,” tambahnya.
Begitu pun dengan naskah kuno kantor Gubernur Kaltim. Bukti pembangunan kantor tersebut bisa dipajang sebagai pembelajaran untuk generasi muda. Sehingga bisa digunakan sebagai bahan ilmu pengetahuan, sejarah dan literatur daerah untuk anak-anak didik.(sb-02/adv/dpk-kaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *