SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono mewakili Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menghadiri kegiatan Jaga Keutuhan NKRI di Kampus Melati Samarinda, Rabu (25/11/2023). Kegiatan memperingati Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda ini digagas Gerakan Pemuda Ansor Kaltim mengusung tema “Tolak Isu Hoaks, Sara, Ujaran Kebencian, dan Politik Identitas pada Pemilu 2024”. Acara dibuka dengan tarian daerah oleh pelajar SMAN 10 Melati Samarinda, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran dan salawat badar, ceramah agama, pembacaan puisi, setya pembacaan deklarasi pelajar dan mahasiswa Kaltim.
DPRD Kaltim Ajak Generasi Muda Tidak Mudah Sebarkan Informasi Hoaks
Apresiasi dan ucapan selamat diberikan Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono kepada GP Ansor Kaltim serta pengurus NU Kaltim yang melaksanakan kegiatan Jaga Keutuhan NKRI. Menurutnya kegiatan tersebut sangat positif guna mendorong pemahaman dan peranan masyarakat terutama generasi muda untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah pesatnya digitalisasi.
“Kegiatan ini luar biasa dan sangat positif. Selamat kepada GP Ansor Kaltim beserta seluruh jajaran dan pengurus NU yang mengadakan kegiatan ini. Saya pikir ini dapat menjadi barometer keikutsertaan seluruh elemen masyarakat terutama NU dan GP Ansor dalam menjaga kondusifitas Kaltim, kebhinnekaan hingga persatuan dan kesatuan NKRI,” ujar Tio sapaan akrab Nidya Listiyono.
Tio mengatakan, kegiatan ini juga menjadi pesan untuk seluruh masyarakat Kaltim, selain menjaga kondusifitas dalam berperan mencegah adanya radikalisme dan hal-hal lain yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Jaga kebersamaan, jaga kondusifitas. Kita rangkul generasi muda kita, kedepan jangan mudah terprovokasi hoax dan sebagainya. Mudahan melalui kegiatan ini, mereka mendapatkan gambaran bahwa menjaga NKRI itu bisa dilakukan dengan berbagai macam cara yang positif,” tutup Tio.
Hal senada diungkapkan Anggota DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono yang juga hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak terprovokasi dengan isu-isu negative lewat medsos.
“Lebih memfilter informasi apapun, jangan mudah tergerak, jangan mudah terprovokasi, jangan mudah terhasut. Jangan sampai dengan jari tangan kita mengirimkan suatu hal yang dapat menimbulkan kebencian dan menimbukan suatu hal yang fatal,” kata Sapto.
Sapto menilai generasi Z merupakan generasi yang sangat rawan, masih pemula, dan perlu pengetahuan serta pembinaan.
“Kita semua harus saling jaga dan menghormati keberagaman, tangkal hoaks, dan bijak bersosial media. Jaga kesatuan dan persatuan NKRI tercinta,” pintanya.(adv/sb-01)












