SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke 52 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tahun 2003, sebanyak 167 PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim menerima tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya (SLKS). SLKS diberikan terdiri SLKS 30 tahun kepada 29 orang, SLKS 20 tahun (43 orang) dan SLKS 10 tahun (94 orang), yang diserahkan secara simbolis kepada 74 PNS.
167 PNS Terima SLKS, Sekda Sri : Bukan Hanya Kebanggaan Tapi Refleksi
Penyematan penghargaan tanda kehormatan SLKS dilakukan langsung Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni didampingi Kepala BKD Deni Sutrisno, dihadiri Asisten Administarsi Umum H Riza Indra Riadi dan para kepala perangkat daerah di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (29/11/2023).
Atas nama Pemprov Kaltim Sekda Sri Wahyuni mengucapakan selamat kepada seluruh penerima penghargaan SLKS, baik langsung maupun hadir secara online. “Penghargaan ini tidak datang sendirinya, tetapi ada kriteria, seleksi, administrasi, dan persyaratan. Ini merupakan hak, juga tanggung jawab moral kita,” katanya. Ketua DPP Korpri menurut Sekda, sudah menyatakan ada tanggung jawab ASN sebagai anggota Korpri, yang sudah mendapatkan perhargaan SLKS ini.
“Bukan kebanggaan tapi sebuah refleksi selama 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun sudah mengabdi serta mendedikasikan diri sebagai ASN,” ungkapnya.
Lencana SLKS ini, lanjutnya, refleksi atau bukti mendarmabaktikan dan mendidikasikan pengabdian seseorang di birokrasi. “Kita yang masih memiliki waktu untuk mengisi catatan-catatan yang baik, buku diary sebagai ASN punya banyak kesempatan dan peluang melaksanakan tugas pokok tugas utama. Juga bagian dari sikap kita tetap menjadi panutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sri Wahyuni juga mengingatkan jangan sampai penghargaan yang sudah diterima dinodai dengan hal-hal yang sepatutnya tidak dilakukan oleh ASN. “Hal-hal kecil tapi jangan menodai perjuangan pengabdian yang sudah dibangun bertahun-tahun,” pesannya.
Sebaliknya, mampu meninggalkan cerita kebaikan bukan jejak keburukan di tempat tugas kepada pimpinan, staf bahkan masyarakat. “Kita ingin mereka semua mencatat kita sebagai ASN yang patut diteladani, bukan sekadar penerima penghargaan,” pesannya.(adv/sb-01/diskominfokaltim)












