Kota Balikpapan

Bappeda Litbang Gelar FGD, Bahas RPJMD Kota Balikpapan 2025-2029

312
×

Bappeda Litbang Gelar FGD, Bahas RPJMD Kota Balikpapan 2025-2029

Share this article
FGD yang digelar Bappeda Litbang membahas RPJMD 2025-2029 Kota Balikpapan, di Aula Kantor Balai Kota, pada Senin (29/07/2024).

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com–Dalam rangka pemetaan permasalahan dan isu strategis untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, Pemerintah Kota Balikpapan menggelar Fokus Group Discussion (FGD) di Aula Kantor Balai Kota, pada Senin (29/07/2024).
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi kota Balikpapan yang sedang berbenah menuju masa depan yang lebih baik.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan, Murni, menjelaskan, bahwa FGD ini merupakan langkah untuk menggali saran dan masukan dari berbagai pihak.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam penyusunan RPJMD teknokratik ini didasarkan pada data dan kajian akademis yang mendalam,” ujarnya.
Menurut Murni, RPJMD teknokratik ini nantinya akan menjadi landasan bagi visi-misi bakal calon kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada mendatang.
“Dengan dasar akademis yang kuat, RPJMD ini tidak hanya akan menjadi pedoman bagi pemerintah, tetapi juga akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang matang,” tambahnya.
FGD kali ini mengangkat delapan program prioritas yang menjadi isu strategis kota Balikpapan, antara lain penguatan sektor jasa, ekonomi kreatif, dan industri inklusif. Selain itu, peningkatan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan serta kesehatan juga menjadi fokus utama. Daya saing angkatan kerja, kelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, dan ketahanan bencana turut masuk dalam daftar prioritas.
“Selain program-program tersebut, kami juga fokus pada tata kelola yang akuntabel dan pelayanan publik yang inovatif. Semua ini bertujuan untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Sepaku, PPU yang akan menjadi pusat baru di negeri ini,” terang Murni.
Dalam diskusi ini, terungkap bahwa salah satu isu yang belum sepenuhnya terintegrasi adalah ketahanan pangan.
Murni menegaskan bahwa isu ini akan menjadi bagian penting dalam penyusunan visi-misi kepala daerah mendatang. Dengan berbagai program prioritas ini, RPJMD 2025-2029 diharapkan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat Balikpapan.
“Kami berharap kepala daerah berikutnya dapat merumuskan visi-misi yang sejalan dengan program-program prioritas ini, sehingga Balikpapan bisa terus maju dan berkembang,” pungkas Murni.
FGD ini menandai awal dari perjalanan panjang menuju perencanaan yang lebih baik, di mana setiap langkah diambil berdasarkan masukan berbagai pihak dan kajian yang mendalam. Balikpapan kini berada di jalur yang tepat untuk menyongsong masa depan yang lebih gemilang.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *