Kota Balikpapan

Perayaan Natal PK Poigar Kaltim 2024 Berlangsung Meriah, Usung Konsep Hiburan Modern dan Tradisional

204
×

Perayaan Natal PK Poigar Kaltim 2024 Berlangsung Meriah, Usung Konsep Hiburan Modern dan Tradisional

Share this article
Perayaan Natal PK Poigar Kaltim 2024 di Gedung Kesenian Balikpapan dihadiri kurang lebih 900 warga kawanua yang mengusung konsep hiburan modern dan tradisional

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com-Perayaan Natal Yesus Kristus yang digelar oleh Perkumpulan Keluarga (PK) Poigar se-Kalimantan Timur (Kaltim) berlangsung meriah di Gedung Kesenian Balikpapan (GKB) pada Sabtu (16/11/2024) malam. Kurang lebih 900 warga Kawanua turut hadir dalam perayaan Natal tersebut.
Acaranya mengusung konsep gabungan modern dan tradisional, yang bertujuan mengakomodasi segala usia. Konsep ini dianggap penting agar kelompok anak muda dan orang tua dapat merayakan momen Natal di zaman modern tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya tradisional Minahasa.
Perayaan Natal kali ini dihadiri Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kaltim Stenli Mowilos, Ketua DPW Laskar Manguni Indonesia (LMI) Kaltim H Syarif Mappatunru, Ketua Umum Wadah Koordinasi (Wakor) Maesa Balikpapan Yanny Kojongian, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Minahasa Selatan (KKMS) Kota Balikpapan Don Roy Rengkung serta Ketua KKK Kota Balikpapan Hj Mella Dharmayanti. Tak ketinggalan, Ketua PK Poigar Balikpapan Denny Pasla dan Ketua Panitia Natal Refiel Giroth.
Ketua PK Poigar Balikpapan, Denny Pasla, mengatakan konsep hiburan dalam perayaan Natal memadukan konsep hiburan modern tanpa mengabaikan budaya tradisional Minahasa.
“Perayaan menggunakan konsep modern-tradisional tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya Minahasa,” kata Denny.
Ibadah Natal yang dipimpin oleh Pdt Eufrasia Jocom Raintung S.Th, selaku Pendeta Gereja GPIB Getsemani Balikpapan, menjadi pembuka acara. Selanjutnya, perayaan ini dimeriahkan dengan lagu-lagu puji-pujian dan tarian tradisional Minahasa.

Pemasangan lilin Natal oleh tokoh-tokoh kawanua yang hadir
Ketua Panitia Natal, Refiel Giroth, mengungkapkan rasa terima kasih atas partisipasi warga yang telah mendukung kelancaran acara.
“Kami bersyukur karena perayaan Natal berjalan lancar, dan semoga kita bisa melaksanakan acara serupa di tahun depan,” ujarnya.
Yanny Kojongian, Ketua Umum Wakor Maesa Balikpapan, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan acara ini, terutama kepada Ketua PK Poigar Balikpapan, Denny Pasla. Yanny menyebut Denny sebagai sosok yang sangat loyal dan berdedikasi dalam mengorganisir acara-acara Kawanua.
“Saya sangat menghargai dedikasi Denny, yang juga teman saya di kepengurusan LMI Balikpapan. Terima kasih atas suksesnya acara ini. Tuhan memberkati kita semua,” ujarnya.
Don Roy Rengkung, Ketua KKMS Kota Balikpapan, dalam sambutannya mengingatkan pesan luhur dari pepatah Minahasa yang mengajarkan pentingnya saling mengasihi dan mendukung satu sama lain, sesuai dengan filosofi Pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara Dr Sam Ratulangi yaitu”Sitou Timou Tumou Tou”, yang berarti “orang hidup menghidupi orang lain”. Hal ini menjadi pengingat agar setiap individu saling menjaga dan saling memperhatikan.
Menurutnya warga Minahasa itu juga harus “Maesa-esaan, maleos-leosan, mangenang-genangan, malinga-lingaan, masawang-sawangan, matombo-tomboan.
“Yang artinya saling bersatu, saling mengasihi dan menyayangi, saling mengingat, saling mendengar, saling menolong dan saling menopang,” ujar Roy.

Penampilan tarian tradisional Minahasa dengan konsep modern
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua KKK Kaltim, Stenli Mowilos, mengingatkan pentingnya partisipasi warga Kawanua dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang saat ini sedang berlangsung di Kaltim.
“Marilah kita semua, sebagai warga Kawanua, mendukung pembangunan IKN ini. Kita juga harus menjadi agen perubahan yang positif bagi lingkungan kita,” pinta Stenli.
Selain itu, ia mengingatkan untuk selalu menjaga prinsip lokalitas dengan mengutip pepatah yang sangat familiar di kalangan masyarakat : “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Hal ini mengingatkan warga Kawanua untuk tetap menghormati adat istiadat setempat, tanpa meninggalkan budaya Minahasa.
Perayaan Natal PK Poigar se Kaltim kali ini dihadiri tokoh Kaltim dan Balikpapan seperti H.Rudy Mas’ud, H.Heru Bambang serta H.Bagus Susetyo.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *