Kota Samarinda

SKK Migas Perkuat Sinergi dengan Media untuk Meningkatkan Lifting Migas di Kaltim

122
×

SKK Migas Perkuat Sinergi dengan Media untuk Meningkatkan Lifting Migas di Kaltim

Share this article
SKK Migas bersama Eni Muara Bakau B.V. menggelar sharing session untuk memperkuat sinergi dengan media dan memperkenalkan pengembangan proyek migas yang ada di Kaltim,

SAMARINDA, suarabalikpapan.com — Dalam upaya meningkatkan lifting migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggelar acara silaturahmi dan sharing session dengan media di Samarinda pada 7 Maret 2025. Acara ini melibatkan 30 jurnalis dari berbagai media di Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Samarinda, serta menghadirkan sejumlah pemaparan terkait perkembangan operasi hulu migas di Kalimantan Timur, khususnya yang dikelola oleh Eni Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan media, sambil memberikan update terbaru tentang proyek-proyek migas yang berpotensi meningkatkan produksi dan cadangan migas di wilayah tersebut. Azhari Idris, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, menjelaskan bahwa Kalimantan dan Sulawesi masih memiliki potensi besar untuk cadangan migas, dengan kontribusi yang signifikan terhadap lifting nasional.
Menurut Azhari Idris, Kalimantan dan Sulawesi saat ini menyumbang sekitar 11% untuk lifting minyak dan 28% untuk lifting gas secara nasional.
“Kontribusi besar ini diharapkan akan terus meningkat, terlebih setelah ditemukannya cadangan baru di Geng North dan pengembangan lapangan IDD oleh Eni Indonesia yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN),” ungkap Azhari.
Eni Indonesia juga mencatatkan prestasi luar biasa dengan penemuan cadangan gas di wilayah Kerja North Ganal, yang diperkirakan memiliki potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (tcf) gas in place, menjadikannya sebagai salah satu penemuan eksplorasi terbesar di dunia pada tahun 2023. Pada Agustus 2024, Eni Indonesia memperoleh persetujuan untuk rencana pengembangan (PoD) lapangan tersebut, yang akan menjadi bagian dari hub produksi gas baru di Cekungan Kutei, Selat Makassar.
Selain itu, Eni Indonesia juga mengembangkan lapangan-lapangan besar lainnya seperti lapangan Gehem dan Gendalo, yang diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas produksi gas secara signifikan. Gas yang dihasilkan dari lapangan-lapangan ini akan dialirkan ke fasilitas FPU Jangkrik dan kilang LNG Bontang, memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan pengembangan kapasitas kilang LNG di Kalimantan Timur.
“Proyek-proyek baru ini akan berdampak positif terhadap penyerapan lokal dan peningkatan kapasitas di kilang LNG Bontang,” kata Wisnu Wardhana, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul. Saat ini, Eni Indonesia telah memasok sekitar 53% gas alam di Kalimantan Timur.
Dalam acara sharing session tersebut, media juga diperkenalkan dengan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan oleh Eni Muara Bakau B.V. Salah satunya adalah kelompok wanita tani (KWT) Rahmatika, yang telah membantu masyarakat setempat meningkatkan keterampilan dalam bidang pertanian. Kelompok tani yang beranggotakan 18 orang perempuan ini memfokuskan kegiatannya pada pembibitan hortikultura dan buah-buahan serta pengembangan usaha pertanian di pekarangan rumah dan lahan luas.
Reni, penggerak KWT Rahmatika, menyatakan bahwa kelompok ini bertujuan untuk mempromosikan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dengan prinsip “Tanam apa yang kita makan, makan apa yang kita tanam, jual bibit yang kita tanam.” Program ini diharapkan dapat memberi inspirasi dan memperluas jaringan pertanian yang lebih inklusif, terutama bagi ibu rumah tangga.
Selain memberikan update tentang kegiatan operasi hulu migas, acara ini juga memperlihatkan pentingnya peran media dalam mendukung perkembangan industri migas di Indonesia. SKK Migas mengapresiasi dukungan media dalam memberikan informasi yang aktual dan berimbang kepada masyarakat. “Kami berharap sinergi positif ini dapat terus terjaga, dan media dapat memberikan masukan serta kritik konstruktif untuk kemajuan industri migas di Indonesia,” ujar Azhari Idris.
Dengan keberhasilan proyek-proyek besar ini dan terus meningkatnya kontribusi lifting migas dari Kalimantan Timur, SKK Migas berharap dapat mencapai target-target nasional yang lebih tinggi di masa depan. Sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan media menjadi kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan tersebut.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *