KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

UMKM Desa Bhuana Jaya: Keripik dan Sambal Khas Kian Diminati Pasar

63
×

UMKM Desa Bhuana Jaya: Keripik dan Sambal Khas Kian Diminati Pasar

Share this article
UMKM Desa Bhuana Jaya terus berkembang pesat dengan produk unggulan seperti keripik jamur, keripik keladi, dan sambal khas.

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Desa Bhuana Jaya telah mengalami perkembangan signifikan dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Saat ini, desa ini memiliki 58 UMKM aktif yang memproduksi beragam makanan khas daerah yang diminati pasar. Kepala Desa Bhuana Jaya, Frend Effendy, mengungkapkan bahwa acara Simpuli Desa Bhuana Jaya kemarin menjadi ajang pamer produk unggulan dari pelaku UMKM setempat.
“Alhamdulillah, UMKM di desa kami terus berkembang pesat. Dalam acara Simpuli Desa Bhuana Jaya, ada 58 UMKM yang berpartisipasi hanya dari desa kami, belum termasuk dari luar daerah,” kata Frend Effendy.
Di antara produk-produk yang paling diminati pasar, keripik jamur, keripik keladi, dan keripik pisang renyah menonjol sebagai favorit. Selain itu, sambal khas buatan warga setempat juga mendapat sambutan positif dari masyarakat serta perusahaan yang hadir dalam acara tersebut. Produk-produk ini kini mulai dikenal luas melalui berbagai saluran pemasaran.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berperan aktif dalam mendukung pengembangan UMKM dengan memfasilitasi pemasaran produk lokal. Produk seperti keripik, sambal, dan sale pisang sudah mulai dipasarkan secara online, serta dapat ditemukan di warung-warung lokal, bahkan di wilayah Bukit Pariman. Respons pasar yang begitu tinggi membuat beberapa produk sering kehabisan stok sebelum produksi ulang.
“Produk kami sudah mulai dipasarkan secara online dan sudah tersedia di berbagai warung, bahkan sampai ke Bukit Pariman. Permintaan yang tinggi membuat kami kesulitan memenuhi stok,” tambah Frend Effendy.
Tidak hanya makanan, sektor budidaya jamur juga menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM di desa ini. Saat ini, sentra budidaya jamur yang dikelola oleh warga terdapat di RT 11 dengan dua lokasi utama. Desa Bhuana Jaya juga menggandeng pelatih lokal, seperti Bu Ernie, yang kini menjadi narasumber pelatihan bagi ibu-ibu dan pelaku UMKM lainnya.
“Bu Ernie awalnya memulai usaha secara mandiri, tetapi dengan kualitas produk yang baik dan permintaan yang terus meningkat, ia kini menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan untuk menginspirasi pelaku UMKM lainnya,” terang Frend Effendy.
Dengan terus berkembangnya UMKM di Desa Bhuana Jaya, diharapkan produk-produk unggulan tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Frend Effendy pun berharap agar lebih banyak pelaku usaha dari desa ini dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Semoga UMKM kami terus berkembang, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat,” tutupnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *