KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Program Pendidikan Desa Suka Maju, Solusi untuk Mengurangi Angka Putus Sekolah di Tenggarong

56
×

Program Pendidikan Desa Suka Maju, Solusi untuk Mengurangi Angka Putus Sekolah di Tenggarong

Share this article
Kepala Desa Suka Maju Kuswara

TENGGARONG, suarabalikpapan.com — Pemerintah Desa Suka Maju, yang terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang, terus berkomitmen untuk mengurangi angka putus sekolah dengan meluncurkan berbagai program pendidikan yang menyasar anak-anak kurang mampu. Program-program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan dan keterampilan kepada generasi muda, sehingga mereka memiliki peluang untuk memperbaiki kualitas hidup meskipun dalam kondisi ekonomi yang terbatas.
Kepala Desa Suka Maju, Kuswara, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah mendukung berbagai inisiatif pendidikan di desanya. Salah satu program unggulan yang diimplementasikan pada tahun ini adalah Rumah Dilan (Rumah Pendidikan dan Keterampilan). Program ini diperuntukkan bagi anak-anak usia produktif yang terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Rumah Dilan ini menjadi tempat bagi anak-anak yang putus sekolah untuk memperoleh pembinaan dan keterampilan. Untuk anak perempuan, kami memberikan pelatihan mengenai UMKM yang saat ini berkembang pesat di desa kami,” ujar Kuswara.
Kuswara menegaskan bahwa Pemerintah Desa Suka Maju terus berupaya memastikan bahwa tidak ada anak yang terhambat untuk mengenyam pendidikan. Desa ini sudah memiliki fasilitas pendidikan seperti Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Aliyah, yang setara dengan SMP dan SMA. Oleh karena itu, Kuswara mengungkapkan bahwa pihaknya menolak rencana untuk menyediakan armada sekolah ke sekolah-sekolah negeri di luar desa, karena khawatir dapat mengurangi jumlah murid di sekolah lokal dan menyebabkan penutupan sekolah.
“Fasilitas pendidikan sudah tersedia di desa ini. Jika ada kendala, masyarakat dapat langsung melapor ke pemerintah desa, ketua RT, atau kepala dusun. Kami akan berusaha memberikan solusi,” tegas Kuswara.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan anak-anak putus sekolah di Desa Suka Maju adalah kondisi keluarga, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan masalah sosial seperti broken home. Selain itu, faktor ekonomi yang kurang mendukung juga turut berperan besar dalam fenomena ini. Kuswara menjelaskan bahwa banyak anak yang lebih memilih bekerja di warung atau toko karena sudah merasakan penghasilan, yang akhirnya menghambat mereka untuk melanjutkan pendidikan.
Meskipun begitu, Kuswara mencatatkan bahwa angka putus sekolah di Desa Suka Maju mengalami penurunan signifikan sejak 2023. Pemerintah desa juga terus berusaha memberikan bantuan, seperti bekerja sama dengan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) untuk menyediakan seragam sekolah bagi anak-anak yang membutuhkan, serta memberikan pelatihan keterampilan seperti menjahit.
“Program-program ini diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah di Desa Suka Maju, terutama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami akan terus berupaya menciptakan solusi yang bermanfaat bagi generasi muda,” tutup Kuswara.
Dengan upaya yang berkelanjutan, diharapkan angka putus sekolah di Desa Suka Maju dapat terus menurun, dan setiap anak dapat meraih pendidikan yang layak untuk masa depan yang lebih baik.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *