KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Pengembangan Peternakan Sapi di Muara Kaman untuk Penuhi Kebutuhan Daging di Kukar

51
×

Pengembangan Peternakan Sapi di Muara Kaman untuk Penuhi Kebutuhan Daging di Kukar

Share this article
Kepala Bidang Peternakan Distanak Kukar Aji Gazali Rahman

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat pengembangan peternakan sapi di Kecamatan Muara Kaman. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi yang terus meningkat di wilayah Kukar.
Aji Gazali Rahman, Kepala Bidang Peternakan Distanak Kukar, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 100 ekor sapi yang dibudidayakan di Muara Kaman. Sebanyak 75 ekor sapi jantan digunakan untuk program penggemukan, sementara 25 ekor sapi betina disiapkan untuk pembiakan.
“Saat ini, sapi jantan sudah siap panen dan layak dijual. Setelahnya, peternak akan membeli sapi jantan muda untuk digemukkan kembali, menciptakan sistem perputaran modal yang berkelanjutan,” ujar Aji Gazali Rahman dalam pernyataannya pada Senin (10/3/2025).
Sistem Peternakan Berkelanjutan dan Kesejahteraan Peternak
Program pengembangan peternakan ini dikelola oleh beberapa kelompok peternak yang tersebar di berbagai daerah, dengan fokus utama di Muara Kaman. Selain itu, peternak independen di wilayah lain juga turut berkontribusi, khususnya dalam kerja sama pengadaan bibit sapi betina. Meski demikian, saat ini sistem pertanian terintegrasi baru diterapkan di Cipari Makmur.
Permintaan daging sapi di Kukar yang terus meningkat membuka peluang besar bagi pengembangan peternakan. Untuk itu, setiap tahun Distanak melakukan pengadaan bibit sapi dan pejantan pemacak, dengan fokus pada pengembangan sapi ras Bali.
Mengapa Sapi Bali Menjadi Pilihan Utama di Kaltim?
Menurut Aji Gazali, sapi Bali menjadi pilihan utama untuk dikembangkan di Kukar karena cocok dengan kondisi alam di Kalimantan Timur. Meskipun sapi ini berasal dari Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi, sapi Bali sudah dikenal luas di Kaltim dan sangat sesuai dengan iklim serta pakan lokal.
Saat ini, populasi sapi di Kaltim baru mencapai sekitar 23.000 ekor, jauh dari target untuk mencapai swasembada daging sapi yang membutuhkan sekitar 75.000 hingga 80.000 ekor sapi.
“Kita masih kekurangan lebih dari setengah dari jumlah ideal. Target kita baru tercapai sekitar seperempatnya. Oleh karena itu, pengembangan populasi sapi harus menjadi prioritas,” jelas Aji.
Aji juga menegaskan pentingnya pengadaan bibit sapi dari luar provinsi untuk meningkatkan jumlah populasi ternak. Hanya mengandalkan bibit sapi dari dalam provinsi, seperti dari Pasir, akan hanya memindahkan populasi tanpa menambah jumlah ternak secara signifikan.
“Melalui program ini, kami berharap Kukar dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan daging sapi lokal dan meningkatkan kesejahteraan para peternak,” tutup Aji Gazali Rahman.
Dengan langkah-langkah tersebut, peternakan sapi di Muara Kaman diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk kebutuhan daging sapi yang terus meningkat di Kutai Kartanegara, serta mendukung kesejahteraan peternak lokal.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *