BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Proyek pembangunan gedung baru DPRD Kota Balikpapan yang kini memasuki tahap akhir justru menuai kritik tajam. Komisi III DPRD Balikpapan menyebutkan bahwa kualitas pengerjaan proyek tersebut sangat mengecewakan, meskipun anggaran yang dikeluarkan mencapai ratusan miliar rupiah.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, H. Haris, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap kondisi gedung yang masih dalam tahap penyelesaian. Menurut Haris, sejumlah bagian gedung, khususnya plafon ruang rapat paripurna, menunjukkan kualitas yang buruk.
“Plafonnya hampir ambruk. Ini jelas berbahaya jika digunakan dalam rapat paripurna nanti,” ungkap Haris dengan nada kesal saat melakukan sidak pada Rabu, (19/3/2025).
Haris menyoroti penggunaan material besi holo kecil pada plafon yang bahkan bisa melendut hanya dengan dipegang. Hal ini dianggapnya sangat berisiko.
“Kalau plafon ini runtuh saat rapat paripurna, bisa berbahaya sekali. Pemasangan dinding yang rembes juga ditutup dengan gypsum secara sembarangan, jelas bukan cara kerja yang benar,” tambahnya.
Tak hanya plafon, pemasangan lampu di seluruh ruangan juga mendapat kritik keras. Lampu-lampu yang dipasang setiap dua meter terlihat tidak sesuai dengan standar. Sistem mekanikal dan kelistrikan juga dinilai sembarangan dan tidak profesional.
Haris pun mempertanyakan kinerja tim pengawas, konsultan, serta Manajemen Konstruksi (MK) yang dibayar mahal untuk mengawasi jalannya proyek ini.
“Kami sangat kecewa dengan hasil pekerjaan ini. Proyek gedung DPRD yang menghabiskan ratusan miliar, namun kualitasnya sangat jauh dari harapan. Kami tidak pernah diberitahu tentang progresnya,” keluh Haris.
Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan kekhawatirannya jika proyek ini akan berujung pada masalah hukum. Ia menilai, proyek yang dibiayai dengan uang negara dalam jumlah besar ini berisiko menjadi perhatian serius aparat penegak hukum (APH).
“Ini bukan proyek dengan anggaran puluhan miliar, tetapi ratusan miliar. Kalau kualitasnya seperti ini, kami khawatir proyek ini akan jadi sorotan serius,” ujar Haris.
Meski proyek gedung DPRD Balikpapan telah memasuki tahap akhir, Haris menegaskan bahwa kualitas fisik bangunan yang ada saat ini sangat mengecewakan.
“Lihat sendiri kualitas konstruksinya. Dari pemasangan kaca hingga gypsum, semua terkesan asal-asalan. Kami benar-benar kecewa,” tegasnya.
Sebagai respons terhadap kritik yang disampaikan, Haris mengimbau agar proses penyelesaian gedung DPRD Balikpapan mendapat perhatian serius dari semua pihak terkait.
“Kami harap pihak yang bertanggung jawab untuk memastikan kualitas pekerjaan dan keselamatan gedung ini sebelum digunakan,” pungkasnya.(sb-03)












