KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Potensi Perikanan Kota Bangun, Tantangan dan Peluang untuk Keberlanjutan Ekosistem

52
×

Potensi Perikanan Kota Bangun, Tantangan dan Peluang untuk Keberlanjutan Ekosistem

Share this article
Sektor perikanan di Kecamatan Kota Bangun memiliki potensi besar namun menghadapi tantangan dalam konservasi.

TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Sektor perikanan di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi salah satu pilar utama perekonomian masyarakat setempat. Mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai nelayan lepas mengandalkan perairan alami seperti sungai, danau, dan rawa untuk mencari ikan. Di sisi lain, mereka yang memiliki modal lebih memilih untuk membangun keramba kayu ulin guna membudidayakan ikan, seperti baung, patin, dan emas.
Menurut Plt Camat Kota Bangun, Abdul Karim, terdapat dua pola utama dalam kegiatan perikanan di daerah ini. Warga yang tinggal di dataran tinggi cenderung lebih memilih untuk membudidayakan ikan di kolam, sedangkan mereka yang bermukim di sepanjang sungai lebih sering memanfaatkan keramba terapung atau siring dalam pemeliharaan ikan. Metode ini banyak digunakan di desa-desa seperti Liang, Hulu, Muhuran, Pela, dan Sangkuliman.
Meskipun sektor perikanan di Kota Bangun terus berkembang, tantangan besar tetap menghantui. Salah satu isu utama adalah praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Penggunaan alat setrum liar menjadi ancaman serius terhadap kelestarian ekosistem perairan di Kota Bangun.
Abdul Karim menekankan pentingnya upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah daerah secara rutin melakukan patroli gabungan untuk menertibkan praktik penangkapan ikan ilegal. Jika ditemukan pelaku yang menggunakan alat setrum, alat tersebut akan langsung disita untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada ekosistem.
Sebagai langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah memberikan solusi berupa alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya adalah kawat pengilar yang dipasang di daerah rawa. Dengan menggunakan alat ini, nelayan dapat tetap menangkap ikan tanpa merusak ekosistem sekitar.
Dari sisi pemasaran, hasil perikanan di Kota Bangun tidak mengalami kendala yang berarti. Selain dijual dalam bentuk ikan segar, banyak produk olahan dari perikanan yang semakin mendongkrak daya saing wilayah ini. Salah satu produk unggulan yang sangat populer adalah kerupuk ikan, yang memiliki berbagai varian seperti kerupuk pipih dan kerupuk haruan. Selain itu, ikan kering dan amplang ikan juga menjadi produk olahan yang semakin diminati pasar.
Pemerintah Kota Bangun telah memberikan perhatian serius kepada kedua jenis nelayan di daerah ini, yaitu nelayan tangkap dan pembudidaya ikan. Berbagai bentuk bantuan telah disalurkan, mulai dari perahu, bibit ikan untuk kelompok budidaya, hingga alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.
Dalam enam bulan terakhir, Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat, untuk mendorong pertumbuhan sektor perikanan yang berkelanjutan. Selain itu, pemerintah Kabupaten Kukar juga terus berupaya untuk mengoptimalkan sektor perikanan melalui alokasi dana dari APBD Kukar.
Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah serta masyarakat, sektor perikanan di Kota Bangun diharapkan dapat terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian ekosistem perairan di daerah tersebut. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara optimis bahwa sektor ini akan terus menjadi pendorong ekonomi daerah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *