TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk fokus pada penguatan hilirisasi produk pertanian sebagai bagian dari program prioritas sektor UMKM pada tahun 2025. Kebijakan ini diumumkan oleh Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin, yang menjelaskan bahwa langkah-langkah strategis akan dilakukan untuk mendukung perkembangan UMKM berbasis produk pertanian unggulan di Kukar.
Penguatan Hilirisasi Produk Pertanian untuk UMKM
Menurut Fathul, kebijakan ini selaras dengan rancangan teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta program Pemkab Kukar. Sebagai bagian dari implementasi kebijakan, berbagai upaya akan dilakukan, termasuk pelatihan, pemberian bantuan, serta workshop untuk mendukung UMKM yang mengolah bahan baku pertanian lokal. “Kami akan memperkuat produk olahan berbahan dasar ikan di wilayah pesisir, serta produk berbasis buah dan sayur di daerah pertanian,” ungkap Fathul.
Fathul juga menambahkan bahwa program hilirisasi ini akan lebih terfokus pada penggunaan bahan baku lokal yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah. Produk-produk yang akan dikembangkan meliputi padi, palawija, serta ikan nila. Ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kukar dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM.
Program pengembangan UMKM ini diharapkan dapat menghasilkan produk-produk yang tidak hanya berkualitas tetapi juga dapat menjadi oleh-oleh khas daerah. DiskopUKM Kukar menargetkan agar pada tahun 2025, Kukar memiliki produk oleh-oleh yang dikenal luas seperti halnya bakpia dari Yogyakarta atau produk khas dari Malang.
“Kami ingin Kukar memiliki produk ikonik yang bisa diperkenalkan di tingkat nasional maupun internasional,” tambah Fathul.
Harapan untuk Peningkatan Perekonomian Masyarakat
Dengan adanya langkah-langkah strategis ini, diharapkan sektor UMKM di Kukar dapat berkembang pesat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami berharap dengan upaya yang dilakukan, perekonomian masyarakat Kukar dapat meningkat dan sektor UMKM dapat tumbuh lebih maju,” tutup Fathul.
Melalui kebijakan ini, DiskopUKM Kukar berupaya tidak hanya mengembangkan sektor UMKM, tetapi juga memperkenalkan potensi produk lokal yang dapat menjadi kebanggaan daerah. Dengan fokus pada hilirisasi produk pertanian, diharapkan Kabupaten Kutai Kartanegara akan semakin dikenal dan sejahtera pada tahun 2025.(adv)
DiskopUKM Kukar Fokus Perkuat Hilirisasi Produk Pertanian pada 2025 untuk Pengembangan UMKM












