KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Penutupan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 Berlangsung Meriah, Dorong UMKM dan Budaya Lokal

35
×

Penutupan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 Berlangsung Meriah, Dorong UMKM dan Budaya Lokal

Share this article
Penutupan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 di Samboja, Kutai Kartanegara, berlangsung meriah. Event budaya dan ekonomi kreatif ini sukses menarik ribuan pengunjung dan mendorong pertumbuhan UMKM lokal

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 resmi ditutup dengan meriah di Lapangan Pasar Kuala Samboja, Kutai Kartanegara, Minggu (6/4/2025). Ribuan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk Balikpapan dan Samarinda, memadati lokasi untuk menikmati berbagai hiburan, mulai dari pertunjukan artis lokal hingga penampilan spektakuler dari band papan atas, Wali.
Acara ditutup secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, yang menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan acara yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara. Ia berharap festival serupa bisa menjadi agenda tahunan yang terus ditingkatkan.
“Tadi disebutkan beberapa nama artis favorit masyarakat. Semoga ke depan bisa dilakukan polling agar masyarakat lebih dilibatkan,” ungkap Sunggono.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Pesta Laut ini merupakan bagian dari program unggulan RPJMD Kukar melalui “Kukar Kaya Festival”, yang fokus pada pengembangan pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Menurut laporan Camat Samboja, sekitar 100 tenant UMKM ikut berpartisipasi. Dengan estimasi perputaran uang sebesar Rp1 juta per tenant per malam, dalam tiga hari pelaksanaan, kegiatan ini berpotensi menghasilkan omzet hingga Rp390 juta.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ajang promosi potensi daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Sunggono.
Sementara itu, Camat Samboja, Damsik, menyebut festival ini kini telah masuk dalam kalender resmi Kabupaten Kutai Kartanegara. Tahun ini, total 120 UMKM dari berbagai kelurahan dan desa di Kecamatan Samboja turut meramaikan acara, termasuk partisipasi perdana dari Kelurahan Andir Barudaran.
Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan modern, tapi juga mengangkat kearifan lokal melalui prosesi adat yang digelar pada 2–3 Maret lalu, seperti injak bara api, belimbur, dan melarung. Tradisi tersebut merupakan ungkapan syukur para nelayan atas hasil laut dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
“Kegiatan ini luar biasa. Bukan hanya milik Samboja, tapi sudah menjadi kebanggaan Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutur Damsik.
Ia juga menyatakan bahwa meskipun laporan resmi dampak ekonomi UMKM masih dihimpun, geliat ekonomi lokal sudah terasa sejak hari pertama acara. Sebagai penutup, Damsik mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah hingga pihak yang terlibat dalam pengembangan Ibu Kota Negara (IKN), untuk terus mendukung festival serupa agar semakin berkembang dan berkelanjutan.
“Kami harap dukungan terus mengalir dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Mari kita jadikan festival ini sebagai simbol budaya sekaligus motor ekonomi lokal,” pungkasnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *