TENGGARONG, suarabalikpapan.com – Desa Tukung Ritan, yang terletak di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus menunjukkan geliat positif di sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit. Hampir seluruh warga desa ini menggantungkan mata pencaharian dari hasil kebun sawit yang dikelola secara mandiri.
Kepala Desa Tukung Ritan, Ubang Ului, mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen rumah tangga di desa tersebut memiliki lahan perkebunan kelapa sawit. Rata-rata setiap keluarga mengelola dua hektare lahan, yang keseluruhannya merupakan kebun rakyat.“Perkebunan kelapa sawit adalah tulang punggung ekonomi warga kami,” ujar Ubang, Minggu (4/5/2025).
Meskipun telah berkembang luas, pola tanam yang digunakan masyarakat masih bersifat tradisional. Warga menanam kelapa sawit dan tanaman pangan lainnya secara mandiri di lahan milik masing-masing, tanpa campur tangan pihak ketiga.
Untuk mendukung ketahanan pangan, pemerintah desa aktif menyalurkan bibit sayuran dan tanaman palawija kepada warga. Program ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah desa juga mendorong pembentukan dan partisipasi warga dalam kelompok tani. Meski belum seluruh masyarakat bergabung, kehadiran kelompok tani diyakini dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan kebun serta mempermudah akses bantuan dari pemerintah maupun sektor swasta.
Dari segi hasil, produktivitas kebun sawit di Desa Tukung Ritan terbilang tinggi. Untuk lahan seluas dua hektare, petani mampu memanen rata-rata lima ton tandan buah segar (TBS) setiap bulan. Hasil panen ini dijual ke perusahaan pembeli atau melalui pengepul lokal, tergantung akses dan kebutuhan petani.
Menurut Ubang, kegiatan budidaya dan pemasaran kelapa sawit di desanya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Harga jual yang relatif stabil turut memberikan rasa aman bagi petani dalam mengembangkan usaha perkebunan mereka.
Sebagai langkah antisipatif terhadap fluktuasi harga sawit, sebagian warga mulai melakukan diversifikasi tanaman. Beberapa di antaranya menanam cabai, jagung, dan terong sebagai tanaman sela atau untuk kebutuhan rumah tangga. Diversifikasi ini menjadi bentuk adaptasi dan upaya menjaga stabilitas ekonomi keluarga petani.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan semangat gotong royong masyarakat, Tukung Ritan kini dipandang sebagai salah satu desa yang berhasil mengembangkan perkebunan rakyat secara mandiri dan berkelanjutan.
“Harapannya, Desa Tukung Ritan dapat terus berkembang sebagai sentra pertanian dan perkebunan yang produktif di Kutai Kartanegara,” pungkas Ubang.(adv)
Perkebunan Kelapa Sawit Jadi Andalan Ekonomi Desa Tukung Ritan












