Kota Balikpapan

Atasi Kemacetan, Pemkot Balikpapan Bangun Jembatan Kampung Baru–Kariangau Senilai Rp600 Miliar

86
×

Atasi Kemacetan, Pemkot Balikpapan Bangun Jembatan Kampung Baru–Kariangau Senilai Rp600 Miliar

Share this article
ILUSTRASI:Pemkot Balikpapan siap membangun jembatan penghubung Kampung Baru–Kariangau senilai Rp600 miliar sebagai solusi kemacetan di Muara Rapak dan Km 5.

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan kronis yang kerap terjadi di kawasan Muara Rapak dan Kilometer 5, Balikpapan Utara. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan jembatan penghubung Kampung Baru–Kariangau.
Proyek infrastruktur ini dirancang untuk memperlancar arus kendaraan, memperkuat konektivitas antarkawasan, dan mendukung pengembangan kawasan industri Kariangau. Dengan nilai investasi sekitar Rp600 miliar, jembatan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
“Anggaran sudah kami siapkan. Kami berharap proyek ini bisa selesai maksimal dalam tiga tahun. Ini solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan dan membuka akses ekonomi ke kawasan industri Kariangau,” kata Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, dalam sebuah forum bersama para pelaku usaha.
Dalam diskusi yang sama, Charles, pengusaha lokal dan pemilik jaringan Hotel Platinum, mengusulkan agar dilakukan rekayasa lalu lintas sebagai solusi jangka pendek. Ia menilai pengaturan arus kendaraan di titik-titik rawan bisa mengurangi beban kemacetan sambil menunggu proyek jembatan rampung.
Usulan tersebut disambut positif oleh Wali Kota Rahmad. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengakselerasi pembangunan kota.
“Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting. Kami ingin pembangunan ini tidak hanya berdampak pada transportasi, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Rahmad.
Pemkot Balikpapan menegaskan bahwa proyek jembatan Kampung Baru–Kariangau akan melibatkan kontraktor lokal, sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Selain itu, aspek lingkungan menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan proyek ini.
Jalur pembangunan jembatan akan melintasi kawasan mangrove dan pesisir yang memiliki nilai ekologis tinggi. Karena itu, pemerintah memastikan pembangunan dilakukan tanpa merusak ekosistem, dengan mempertimbangkan tinggi konstruksi dan jalur teknis yang minim dampak terhadap lingkungan.
“Kami akan melibatkan ahli lingkungan untuk memastikan tidak ada kerusakan pada kawasan pesisir dan mangrove,” tegas Rahmad.
Pembangunan jembatan ini masuk dalam daftar proyek prioritas infrastruktur Balikpapan Barat, terutama dalam upaya mempercepat distribusi logistik dan membuka akses transportasi baru ke kawasan industri dan pelabuhan Kariangau.
Proyek ditargetkan bisa dimulai pada akhir tahun 2025 atau paling lambat awal 2026, tergantung pada kesiapan teknis dan proses pembebasan lahan.
Wali Kota Rahmad pun mengajak semua pihak, mulai dari legislatif hingga masyarakat dan dunia usaha, untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan proyek ini.
“Dengan dukungan semua pihak, saya yakin proyek ini bisa berjalan lancar dan menjadi tonggak penting dalam membangun sistem transportasi yang lebih baik di Balikpapan,” tutupnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *