KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Kolaborasi Dinas Perkebunan Kukar dan Swasta Perkuat KTPA Tangani Kebakaran Lahan

58
×

Kolaborasi Dinas Perkebunan Kukar dan Swasta Perkuat KTPA Tangani Kebakaran Lahan

Share this article
Dinas Perkebunan Kukar bekerja sama dengan perusahaan perkebunan besar swasta untuk memperkuat KTPA dalam mencegah dan menangani kebakaran lahan serta kebun.

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengendalian kebakaran lahan dan kebun (karhutla), Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjalin sinergi strategis dengan perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) melalui penguatan peran Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).
Kepala Bidang Perlindungan Perkebunan, Rudiyanto Hamli, menjelaskan bahwa pembinaan terhadap KTPA belum bisa dilakukan secara menyeluruh setiap tahun karena keterbatasan sumber daya. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi langkah strategis agar pembinaan bisa menjangkau lebih banyak kelompok tani.
“Kami berbagi peran dalam pelaksanaan pembinaan, terutama saat Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur memiliki program serupa. Ini efektif untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kapasitas petani dalam menangani kebakaran,” ujarnya.KTPA dan Kerja Sama dengan Perusahaan Perkebunan
Rudiyanto menambahkan, sejumlah KTPA yang berada di sekitar area operasional perusahaan perkebunan dijalin dalam bentuk nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama. Tujuannya adalah agar komunitas petani lokal dapat terlibat aktif dalam pengendalian karhutla bersama satuan tugas (satgas) milik perusahaan.
Di Kecamatan Muara Kaman, setidaknya tujuh KTPA telah dibentuk dan saat ini bermitra dengan PT PMM. Sementara di wilayah JMS, KTPA Redambara menjadi mitra yang aktif. Adapun di kawasan Rea Kaltim, terdapat tiga KTPA binaan: KTPA Muay, KTPA Kembang Janggut, dan KTPA Perdana.
Para anggota kelompok ini telah mendapatkan pelatihan khusus mengenai teknik penanganan kebakaran serta bantuan peralatan dari perusahaan-perusahaan mitra, seperti Rea Kaltim. Hal ini memungkinkan KTPA untuk berperan lebih maksimal sebagai ujung tombak pengendalian kebakaran di lapangan.
Menurut Rudiyanto, sinergi ini membawa manfaat timbal balik. Bagi KTPA, dukungan dari perusahaan memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan mereka menghadapi risiko karhutla. Di sisi lain, perusahaan perkebunan juga terbantu karena memiliki mitra lokal yang siap siaga menjaga kawasan operasional dari bahaya kebakaran.
“Kami harap pola kerja sama ini terus diperluas agar makin banyak desa dan kelompok tani bisa berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran,” tutup Rudiyanto.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *