SAMARINDA,suarabalikpapan.com–DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menerima aspirasi dari Forum Masyarakat Peduli Mahakam Ulu (Formas PM) dan Komunitas Kalekale Kalimantan Timur (KKT) dalam sebuah aksi damai di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Rabu (28/5/2025). Aksi ini menyoroti keterlambatan pembangunan di Kabupaten Mahakam Ulu, khususnya infrastruktur dasar.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menerima langsung aspirasi tersebut didampingi sejumlah anggota Komisi III DPRD Kaltim, seperti Subandi, Sugiyono, Jahidin, dan Baharuddin Muin, serta aparat dari Polresta Samarinda.
Dalam aksinya, massa menyuarakan lima tuntutan utama yang menjadi perhatian serius masyarakat Mahakam Ulu:
Optimalisasi hak budget dan pengawasan oleh DPRD Kaltim, khususnya terkait pembangunan jalan darat yang masih minim dan tidak merata.
Penyelesaian pembangunan jalan darat yang layak dan aman, terutama menuju wilayah Long Apari dan perbatasan negara.
Transparansi anggaran proyek pembangunan, dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan untuk mencegah pekerjaan yang tidak berkualitas.
Pendirian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai simbol kedaulatan NKRI di kawasan perbatasan.
Peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui akses pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk mendorong kemandirian masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Hasanuddin Mas’ud menyatakan dukungan penuh DPRD terhadap perjuangan masyarakat Mahakam Ulu.
“Pemerintah daerah jangan biarkan Mahakam Ulu tertinggal. Infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas umum harus segera dibangun. Kami juga menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan. Program Gaspol dari Gubernur Kaltim harus dirasakan merata oleh seluruh warga,” tegas Hasanuddin.
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa isu yang disampaikan akan menjadi perhatian serius dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.
Anggota Komisi III, Jahidin, turut menegaskan komitmen untuk menjadikan Mahakam Ulu sebagai daerah prioritas, meskipun merupakan kabupaten termuda di Kaltim.
“Dari triliunan anggaran yang ada, kita akan memberikan perhatian khusus. Insya Allah, Mahakam Ulu mendapat skala prioritas,” ujar Jahidin.
Hasanuddin menutup pertemuan dengan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dan menjanjikan adanya pertemuan lanjutan untuk membahas realisasi usulan Formas PM.
“Kami tidak menutup mata terhadap tantangan di Mahakam Ulu. Isolasi wilayah, kesulitan air dan listrik, hingga bencana banjir akan kami bawa dalam forum pembahasan anggaran. Ini janji kami,” tutupnya.(adv).
DPRD Kaltim Terima Aspirasi Forum Masyarakat Mahakam Ulu, Infrastruktur Jadi Sorotan Utama












