SANGATTA,suarabalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan generasi emas melalui penguatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) se-Kalimantan Timur di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (25/5/2025).
Menurut Seno Aji, Rakorda P3A menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring lintas sektor, berbagi inspirasi, serta menyusun langkah konkret menuju Kaltim yang lebih ramah terhadap perempuan dan anak.
“Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan amanat undang-undang yang harus kita maksimalkan,” tegasnya.
Wagub menyoroti bahwa hingga saat ini kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi isu krusial. Karena itu, pemerintah harus bergerak cepat dan kolaboratif.
Seno Aji juga menegaskan dukungan penuh Pemprov Kaltim terhadap penciptaan lingkungan ramah perempuan dan peduli anak, khususnya melalui percepatan pencapaian status Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Hingga kini, sembilan dari sepuluh daerah di Kaltim telah meraih status KLA. Ia berharap Mahakam Ulu segera menyusul agar semua wilayah di Kaltim menyandang predikat tersebut.
Bupati Kutai Timur H. Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakorda P3A sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak melalui sinergi antarinstansi dan pemangku kepentingan.
“Saya instruksikan semua OPD terkait untuk meningkatkan kinerjanya agar kehidupan perempuan dan anak di Kutim semakin baik,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita, melaporkan bahwa dari tahun 2022 hingga 2024 tercatat 3.055 kasus kekerasan dengan 3.298 korban, baik perempuan maupun anak, berdasarkan data dari aplikasi Simfoni PPPA.
Untuk menekan angka tersebut, DP3A Kaltim mendorong pelaksanaan program konkret, termasuk pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Sejak diinisiasi pada tahun 2020, program ini telah menyentuh 1.967 desa dan kelurahan di Indonesia hingga April 2024.
“Di Kaltim, dua kabupaten yakni Berau dan Paser telah ditetapkan sebagai pilot project nasional DRPPA,” tambahnya.
Rakorda P3A Kaltim 2025 digelar selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Mei 2025, dan turut dihadiri oleh Komisi IV DPRD Kaltim, jajaran Forkopimda Kutai Timur, Ketua TP PKK Kutai Timur Hj. Siti Robbiah Ardiansyah, serta Kepala DP3A kabupaten/kota se-Kaltim.
Dengan pelaksanaan Rakorda ini, diharapkan Kaltim semakin siap menyongsong Generasi Emas 2045 melalui perlindungan menyeluruh dan pemberdayaan berkelanjutan bagi perempuan dan anak.(adv)
Rakorda P3A Kaltim: Wagub Seno Aji Tegaskan Penguatan Jejaring untuk Wujudkan Generasi Emas












