Provinsi Kaltim

Gubernur Kaltim Serukan Pelestarian Kayu Ulin

42
×

Gubernur Kaltim Serukan Pelestarian Kayu Ulin

Share this article
Gubernur Kalimantan Timur Dr Rudy Mas’ud

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Gubernur Kalimantan Timur Dr Rudy Mas’ud (Harum) meminta upaya bersama melestarikan Kayu Ulin yang saat ini sudah terancam keberadaannya, seiring pesatnya kegiatan usaha di kawasan hutan.
Kayu Ulin atau dikenal Kayu Besi oleh sebagian orang luar Kalimantan merupakan ikon dan aset berharga bagi Provinsi Kaltim.
“Kayu Ulin atau Kayu Besi ini Pak Menteri, baru bisa dipanen setelah berusia 120 tahun,” sebut Gubernur Harum saat bertemu Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni beberapa waktu lalu di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Tidak hanya Ulin, diakui Gubernur Harum masih ada jenis kayu endemik lain yang bernilai ekonomi tinggi, namun memerlukan masa tumbuh yang lama.
Diantaranya, Kapur di usia 90 tahun baru bisa dipanen, juga Meranti perlu 60 tahun, termasuk Tengkawang, Agathis serta Keruing.
“Pohon-pohon ini memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman hayati dan ekosistem hutan Kaltim,” tegas Harum.
Gubernur Harum sangat berharap Kementerian Kehutanan kembali fokus dan menggaungkan gerakan reboisasi dengan menanam tumbuhan khas Kalimantan.
Berbagai upaya yang dilakukan saat ini kata Gubernur Harum, bukan sekedar seremonial belaka, namun berkelanjutan dan melibatkan semua pihak.
Menurut Harum, Pemerintah, dunia usaha, lembaga lingkungan dan masyarakat dapat menghasilkan langkah konkret menyelamatkan lingkungan dan alam serta daya sistem hutan, khususnya tanaman endemik Kaltim.
“Dengan kebijakan-kebijakan Pak Menteri, kami yakin mampu mempertahankan dan melindungi hutan tropis Kaltim sebagai paru-paru dunia,” tegas Harum lagi.
Sangat jelas bagi Gubernur Harum bahwa hutan Kaltim bukan semata dinikmati masyarakat Benua Etam, tetapi dunia global merasakan manfaatnya.
Gubernur Harum menegaskan pentingnya menjaga kelestarian tumbuhan endemik Kaltim, tidak hanya nilai ekonominya yang tinggi.
Tetapi perannya yang vital dalam ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan bagi dunia.
“Ini bukan semata tentang keberlanjutan sumber daya hutan Kaltim, tetapi keberlangsungan umat manusia global, kehidupan dunia,” jelas Harum.
Terlebih Kayu Ulin dan tumbuhan endemik Kaltim lainnya adalah warisan alam yang tak ternilai.
“Kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan generasi mendatang dapat menikmati kekokohan dan keindahannya,” ujar Harum.(SB-02/ADV/DISKOMINFO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *