Provinsi Kaltim

Pemprov Dukung Anak Yatim Kuliah Dokter Spesialis di Kampus Kompeten

68
×

Pemprov Dukung Anak Yatim Kuliah Dokter Spesialis di Kampus Kompeten

Share this article
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud

SAMARINDA,suarabalikpapan.com-Pemprov Kaltim betul-betul serius dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, demi mewujudkan Kaltim sukses menuju generasi emas.
Karena itu, Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) mengapresiasi siapa saja anak-anak Kaltim yang melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis. Harapan Gubernur Harum, anak-anak yang melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis bisa menempuh pendidikannya di perguruan tinggi ternama dan kompeten di Indonesia.
“Insyaallah, karena Pemprov Kaltim selama kepemimpinan Rudy-Seno sangat komitmen mewujudkan SDM berkualitas. Maka, kita harapkan anak-anak yang melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis bisa berkuliah di kampus kompeten,” kata Gubernur Harum saat Musrenbang Provinsi Kaltim baru-baru ini, di Lamin Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim.
“Kampus kompeten dan berkualitas itu, misalnya UGM, Unhas hingga Padjadjaran dan UI. Sehingga, SDM kita betul-betul berkualitas,” sambung Gubernur Harum.
Maka dari itu, lanjut Gubernur Harum, kualitas anak-anak di Kaltim perlu ditambah. Sehingga, ketika ditempatkan di seluruh penjuru Kaltim, mampu merealisasikan ilmunya untuk kesejahteraan masyarakat Kaltim, terutama kesehatan masyarakat.
Karena itu, Gubernur Harum menjelaskan, tentu pendidikan seperti kedokteran spesialis pasti memerlukan waktu panjang. Contohnya, Wali Kota Bontang dr Hj Neni Moerniaeni ketika sekolah memerlukan waktu sebentar, yakni kurang lebih 9 tahun.
“Jadi, seorang dokter spesialis menjalani sekolah kurang lebih tujuh hingga delapan tahun. Itu pun kalau lulus. Untuk itu, Pemprov Kaltim berupaya memberikan kebijakan yang profesional dalam mendukung kualitas SDM di daerah, terutama kebutuhan dokter spesialis,” ungkap Gubernur Harum.(SB-02/ADV/DISKOMINFO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *