KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Desa Jembayan Tengah Gelar Festival Kampong Seraong 2025, Usung Konsep Budaya dan UMKM Lokal

55
×

Desa Jembayan Tengah Gelar Festival Kampong Seraong 2025, Usung Konsep Budaya dan UMKM Lokal

Share this article
Festival Kampong Seraong ke-6 di Desa Jembayan Tengah, Kukar, sukses digelar pada 10–12 Juni 2025.

TENGGARONG,suarabalikpapan.com – Festival Kampong Seraong kembali digelar untuk yang keenam kalinya di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Acara tahunan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juni 2025, menjadi momen penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mengangkat potensi ekonomi desa melalui partisipasi UMKM lokal.
Dipusatkan di halaman Kantor Desa Jembayan Tengah, Festival Kampong Seraong 2025 menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, parade budaya, hingga bazar UMKM yang menyuguhkan aneka kuliner dan produk kerajinan warga. Ribuan masyarakat memadati lokasi festival untuk menyaksikan berbagai penampilan budaya khas Kalimantan.
Festival resmi dibuka oleh Camat Loa Kulu, Ardiansyah, dan dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo; anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demu; para kepala desa se-Kecamatan Loa Kulu, tokoh adat, dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Jembayan Tengah, Masnur, mengungkapkan bahwa pelaksanaan festival ini sekaligus menjadi puncak peringatan hari ulang tahun desa yang ke-6, yang digelar sedikit terlambat karena berdekatan dengan Hari Raya Iduladha.
“Puncak HUT desa kami rayakan dengan Festival Kampong Seraong. Ini adalah bentuk perayaan budaya dan kebanggaan lokal kami,” kata Masnur.
Festival diawali sehari sebelumnya dengan ritual Tepung Tawar, yakni tradisi adat mengelilingi batas wilayah desa sebagai simbol pembersihan dan doa keselamatan. Tradisi ini menjadi bentuk pelestarian nilai spiritual dan budaya masyarakat Dayak dan Kutai yang mendiami kawasan tersebut.
Camat Ardiansyah menyatakan dukungannya atas pelaksanaan Festival Kampong Seraong 2025. Ia menilai bahwa acara seperti ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga desa.
“Kegiatan budaya seperti ini bukan hanya ruang ekspresi, tapi juga penggerak ekonomi lokal. UMKM, pelajar, seniman, dan tokoh adat semuanya terlibat aktif. Ini yang harus kita jaga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk mendorong desa-desa lain di Loa Kulu menggelar agenda serupa sebagai bagian dari pembangunan berbasis budaya.
Selama tiga hari festival, masyarakat disuguhkan berbagai atraksi seperti: Tari tradisional Kalimantan, Musik daerah,
Parade budaya lintas etnis, Lomba permainan tradisional dan Stan UMKM dan kuliner lokal.
Partisipasi masyarakat sangat tinggi, yang menunjukkan antusiasme terhadap pelestarian budaya sekaligus mendukung kebangkitan ekonomi berbasis desa.
Kepala Desa Masnur menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan Jembayan Tengah sebagai desa wisata budaya unggulan di Kukar. Menurutnya, Festival Kampong Seraong merupakan etalase adat dan tradisi lokal yang memperkuat jati diri desa sekaligus menarik minat wisatawan.
“Festival ini mencerminkan keberagaman budaya yang hidup di desa kami. Ini langkah nyata untuk menjadikan Jembayan Tengah sebagai destinasi budaya,” tutupnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *