DPRD Kaltim

PEDA XI KTNA Kaltim Resmi Ditutup, Ekti Imanuel Apresiasi Kerja Keras Petani, Nelayan, dan Masyarakat

29
×

PEDA XI KTNA Kaltim Resmi Ditutup, Ekti Imanuel Apresiasi Kerja Keras Petani, Nelayan, dan Masyarakat

Share this article
PEDA XI KTNA Kaltim 2025 resmi ditutup di Kutai Barat. Ekti Imanuel apresiasi kerja keras petani, nelayan, dan masyarakat.

SENDAWAR, suarabalikpapan.com – Pekan Daerah (PEDA) XI Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Timur resmi ditutup pada Jumat, (27/6/2025) di Taman Budaya Sendawar, Kutai Barat. Kegiatan yang berlangsung sejak 21 Juni ini menjadi ajang silaturahmi, inovasi, dan penguatan komitmen para petani dan nelayan dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim dalam memperkuat kedaulatan pangan daerah.
Pada ajang lima tahunan tersebut, Kabupaten Kutai Barat berhasil keluar sebagai juara umum, menunjukkan kesiapan dan inovasi lokal yang menjadi kebanggaan Bumi Etam. Sebagai tuan rumah, Kutai Barat tidak hanya sukses menyelenggarakan acara, tetapi juga tampil unggul di berbagai kompetisi.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, yang hadir dalam penutupan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemkab Kutai Barat.
“Kita patut bersyukur atas suksesnya acara ini. Kutai Barat menunjukkan kerja keras luar biasa dan pantas menjadi juara umum,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Menurut Ekti, PEDA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan platform strategis untuk membangun jejaring antarpetani dan mengenalkan teknologi pertanian terkini. Ia menekankan pentingnya peran pertanian sebagai fondasi ketahanan dan keragaman pangan nasional, sesuai arahan Presiden RI.
Ekti juga menaruh harapan besar agar pengalaman dari PEDA XI ini menjadi bekal berharga bagi petani dan nelayan Kaltim yang akan berlaga di Pekan Nasional (PENAS) KTNA 2026 di Gorontalo.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, menyebut bahwa keberhasilan acara ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, KTNA, dan semua pemangku kepentingan.
“Kemenangan Kutai Barat bukan karena jadi tuan rumah, tapi karena kualitas SDM-nya. Ini layak diapresiasi,” ungkap Seno.
Ia berharap PEDA XII yang dijadwalkan digelar di Kabupaten Paser akan semakin meriah dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan petani dan nelayan.
Acara penutupan ditandai dengan pemukulan gimar secara simbolis oleh Wagub Seno Aji, didampingi istrinya Hj. Wahyu Hernaningsih Seno Aji, Bupati Kutai Barat FX Yapan bersama istri Maria Christina Mozes Edwin, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel bersama istri Nurmala Suciati, serta Ketua Umum Panitia PEDA 2025, Ujang Rachmad.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, PEDA XI telah menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ketahanan pangan dan memajukan pertanian di Kalimantan Timur.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *