DPRD Kaltim

Yenni Eviliana: Perempuan dalam Politik Masih Hadapi Ketimpangan dan Peran Ganda

19
×

Yenni Eviliana: Perempuan dalam Politik Masih Hadapi Ketimpangan dan Peran Ganda

Share this article
Wakil Ketua DPRD Kaltim Yenni Eviliana

SAMARINDA,suarabalikpapan.com– Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, menyoroti ketimpangan representasi gender dalam dunia politik yang masih menjadi tantangan serius hingga saat ini. Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan bahwa keberadaan perempuan di ranah politik bukan sekadar soal kuota, melainkan menyangkut peran nyata yang perlu mendapatkan dukungan sosial dan institusional.
“Hingga kini, isu kesetaraan gender di dunia politik masih jauh dari kata ideal. Dari 55 anggota DPRD Kaltim saat ini, hanya tujuh orang yang perempuan,” kata Yenni saat ditemui di Gedung E DPRD Kaltim.
Menurutnya, perempuan di politik kerap menghadapi peran ganda yang tidak ringan: menjadi pemimpin publik sekaligus istri dan ibu rumah tangga. Yenni menyebut pengalaman pribadinya sebagai contoh konkret bagaimana perempuan harus pandai membagi peran tanpa kehilangan esensinya di masing-masing peran.
“Saya ini merasakan betul bagaimana harus membagi diri antara tugas di DPRD, keluarga, dan peran sebagai istri. Semua harus mendapat porsi adil, dan itu sangat menantang,” ujarnya.
Yenni juga menyoroti bahwa meskipun zaman telah bergeser, banyak norma sosial yang masih membatasi ruang gerak perempuan. Salah satunya adalah anggapan bahwa perempuan harus tetap bergantung dan tidak terlalu mandiri.
“Saya tetap membutuhkan dukungan suami dan anak-anak. Itu realitasnya. Rumah tetap menjadi tempat utama bagi perempuan untuk bertumbuh, bukan hanya panggung politik,” tegasnya.
Tidak hanya di politik, ketimpangan gender menurutnya juga masih nyata di berbagai sektor lain, termasuk di dunia kerja dan media. Ia mengajak semua pihak untuk refleksi.
“Tanya saja, dari 100 wartawan, berapa yang perempuan? Itu menunjukkan bahwa ketimpangan gender bukan hanya di politik, tapi juga di sektor lain,” katanya.
Sebagai politisi yang berasal dari latar belakang aktivisme sosial, Yenni menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan isu-isu pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Ia percaya bahwa seseorang akan bekerja lebih maksimal ketika bergerak di bidang yang sesuai dengan minat dan kecintaannya.
“Saya ini dari awal memang aktif di kegiatan sosial. Saya masuk politik karena ingin memperjuangkan isu-isu yang saya cintai, seperti pendidikan dan kesehatan. Politik bagi saya adalah panggilan hati, bukan keterpaksaan,” ungkapnya.
Meski jumlah legislator perempuan di DPRD Kaltim masih minim, Yenni tetap optimistis bahwa mereka bisa menjadi agen perubahan yang kuat dan berdampak.
“Kami memang sedikit, tapi kami tunjukkan taring kami. Kami serius memperjuangkan suara rakyat, terutama dari kalangan bawah,” pungkasnya.(adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *