DPRD Balikpapan

DPRD Balikpapan Dorong Perempuan Aktif di Sektor UMKM dan Ekonomi Mikro

243
×

DPRD Balikpapan Dorong Perempuan Aktif di Sektor UMKM dan Ekonomi Mikro

Share this article
Anggota DPRD Balikpapan, Jafar Sidiq, mendorong peran aktif perempuan dalam pengembangan usaha mikro demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Jafar Sidiq, menegaskan pentingnya peningkatan peran aktif kaum perempuan dalam mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga yang produktif.
Pernyataan ini disampaikannya kepada awak media saat ditemui di ruang Fraksi PKS DPRD Balikpapan, Selasa (19/8/2025). Ia menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran peran pelaku ekonomi, di mana kaum perempuan semakin dominan dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga maupun masyarakat.
“Sudah saatnya perempuan menunjukkan aktivitas usahanya secara mandiri. Kita harus memberikan ruang seluas-luasnya agar mereka bisa berkontribusi aktif dalam perekonomian,” ujar Jafar Sidiq, legislator dari daerah pemilihan Balikpapan Utara.
Lebih lanjut, Jafar menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemerintah Kota Balikpapan yang telah menggelar Gebyar UMKM dalam rangka menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif karena mayoritas peserta berasal dari kalangan perempuan pelaku UMKM.
Kegiatan seperti ini, kata Jafar, tidak hanya memberikan wadah promosi bagi pelaku usaha kecil, tapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi.
Selain dukungan moral dan regulasi, Jafar juga menyoroti pentingnya akses pembiayaan usaha. Ia mendorong perbankan, baik daerah maupun nasional, untuk mempermudah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM, terutama perempuan.
Ia bahkan menyarankan agar perbankan dapat menerapkan sistem weekend banking, yakni layanan perbankan di akhir pekan, sebagai bentuk adaptasi terhadap waktu dan kondisi pelaku usaha yang seringkali sibuk di hari kerja.
“Perlu ada terobosan dari pihak bank agar pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu yang menjalankan usaha kecil dari rumah, bisa mengakses kredit dengan lebih mudah dan fleksibel,” jelasnya.(sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *