KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Desa Loh Sumber Jadi Contoh Sukses Pemberdayaan Ekonomi Lewat Inovasi Keripik Tempe

131
×

Desa Loh Sumber Jadi Contoh Sukses Pemberdayaan Ekonomi Lewat Inovasi Keripik Tempe

Share this article
Kepala Desa Loh Sumber Sukirno

TENGGARONG,suarabalikpapan.com — Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal terus menunjukkan hasil positif di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu contohnya adalah Desa Loh Sumber yang berhasil mengembangkan produk unggulan keripik tempe dengan melibatkan kelompok pengrajin dan PKK setempat.
Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, menjelaskan bahwa seluruh proses produksi dilakukan secara gotong royong, mulai dari tahap awal hingga pengemasan. Melalui sistem kerja sama ini, setiap warga memiliki peran dalam rantai produksi, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
“Mulai dari pencucian, pemecahan, perebusan, hingga peragian kedelai dilakukan oleh para pengrajin lokal. Setelah itu, ibu-ibu PKK melanjutkan proses menggoreng dan mengemas produk. Dengan sistem ini, masyarakat tetap diberdayakan di setiap tahapan,” terangnya, Rabu (3/10/2025).
Sukirno menambahkan, pembagian kerja dilakukan secara proporsional agar setiap pengrajin mendapat bagian yang adil.
“Misalnya kebutuhan produksi mencapai 20 kilogram, maka kami bagi ke empat pengrajin, masing-masing lima kilogram. Ke depan, kami berencana melibatkan anak-anak sekolah untuk membantu pengemasan agar mereka dapat pengalaman sekaligus tambahan penghasilan,” jelasnya.
Inovasi dan kerja sama warga itu tak hanya meningkatkan perekonomian desa, tetapi juga membawa prestasi membanggakan. Produk keripik tempe Loh Sumber telah meraih Juara II Lomba Inovasi Desa di Big Mall Samarinda tahun 2023, dan sebelumnya juga sukses di ajang Posyantek tingkat Kabupaten.
“Alhamdulillah, produk kami sudah mendapat pengakuan. Tahun ini kami memang tidak ikut lomba karena ingin memberi kesempatan desa lain, tapi komitmen kami tetap terus mengembangkan UMKM agar semakin maju,” ujar Sukirno.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengapresiasi langkah Desa Loh Sumber yang berhasil mengubah potensi sederhana menjadi sumber ekonomi produktif. Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak semata bergantung pada dana desa, melainkan juga kreativitas kepala desa serta partisipasi masyarakat.
“Keberhasilan Desa Loh Sumber menunjukkan bahwa kepala desa yang visioner mampu menggerakkan warganya untuk mandiri. Penguatan ekonomi desa tidak hanya soal anggaran, tapi tentang bagaimana potensi lokal dikelola dengan inovatif,” jelas Arianto.
Ia menambahkan, olahan tempe memiliki potensi besar karena kini mulai dikenal luas di pasar global, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat yang menjadikan tempe sebagai sumber protein nabati.
“Desa Loh Sumber sudah berada di jalur yang tepat. Dengan pendampingan, peningkatan kualitas kemasan, dan inovasi rasa, produk keripik tempe ini bisa menembus pasar yang lebih luas, bahkan berpeluang ekspor,” tambahnya.
Arianto menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong desa-desa lain untuk meniru langkah serupa melalui pembinaan dan penguatan kelembagaan desa seperti BUMDes dan UMKM.
“Kami ingin setiap desa di Kukar punya produk unggulan yang lahir dari kreativitas masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah, desa, dan pelaku usaha, bukan tidak mungkin ekonomi desa di Kukar tumbuh mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *