DISDAG BALIKPAPAN

Revitalisasi Pasar Inpres Balikpapan Dimulai 2026, Anggaran Capai Rp45 Miliar

103
×

Revitalisasi Pasar Inpres Balikpapan Dimulai 2026, Anggaran Capai Rp45 Miliar

Share this article
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar

BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan Pasar Inpres menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi pasar tradisional pada tahun 2026. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp45 miliar ini akan menghadirkan wajah baru pasar rakyat dengan konsep modern, tertib, dan higienis.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan bahwa revitalisasi tersebut merupakan salah satu program strategis Pemkot dalam memperkuat sektor perdagangan rakyat.
“Wali Kota masih memprioritaskan Pasar Inpres. Anggarannya sudah tersedia sekitar Rp45 miliar dan akan mulai dibangun pada 2026 dengan konsep revitalisasi,” ujar Haemusri, Sabtu (25/10/2025).
Menjelang pelaksanaan pembangunan, Pemkot telah menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi para pedagang agar kegiatan ekonomi tetap berjalan selama proses revitalisasi berlangsung.
Menurut Haemusri, saat ini pemerintah tengah melakukan tahap awal sosialisasi kepada para pedagang dan pengurus pasar. Sosialisasi lanjutan akan dilakukan setelah Detail Engineering Design (DED) rampung dan desain akhir pasar disetujui.
“Tahap pertama sosialisasi sudah kami lakukan bersama Badan Pengelola Aset Daerah (BKAD). Setelah DED selesai, kami akan kembali turun ke lapangan agar pedagang mengetahui seperti apa rancangan pasar yang baru,” jelasnya.
Relokasi pedagang akan dilakukan secara terencana dan bersifat sementara, tanpa mengganggu aktivitas jual beli harian. Pemkot juga memastikan fasilitas di TPS memenuhi kebutuhan dasar pedagang, seperti listrik, air bersih, dan keamanan.
Haemusri menegaskan, revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan transformasi menuju pasar modern yang lebih nyaman, bersih, dan representatif bagi pedagang maupun pembeli.
“Konsepnya revitalisasi, bukan sekadar perbaikan. Kita ingin pasar yang lebih nyaman, bersih, dan representatif,” tegasnya.
Melalui proyek ini, Pasar Inpres diharapkan menjadi model pasar rakyat modern di Balikpapan yang mampu bersaing dengan pertumbuhan ritel modern serta memperkuat posisi kota ini sebagai pusat perdagangan di Kalimantan Timur.
Pemkot Balikpapan memastikan setiap tahapan pembangunan dilakukan secara transparan. Disdag akan terus berkoordinasi dengan BKAD, pengurus pedagang, serta perangkat daerah lain agar proses berjalan lancar dan partisipatif.
“Kami ingin semua pihak memahami tujuan revitalisasi ini. Pedagang tidak perlu khawatir karena Pemkot menjamin keberlangsungan usaha mereka selama proses pembangunan,” tutup Haemusri.
Revitalisasi Pasar Inpres Balikpapan menjadi langkah penting dalam modernisasi pasar tradisional di kota minyak ini. Dengan anggaran Rp45 miliar dan dukungan pemerintah, proyek ini diharapkan menghadirkan pasar yang lebih tertib, higienis, dan kompetitif, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *