DISDAG BALIKPAPAN

Produk Unggulan Balikpapan Tembus Pasar Internasional di Trade Expo Indonesia 2025

149
×

Produk Unggulan Balikpapan Tembus Pasar Internasional di Trade Expo Indonesia 2025

Share this article
Disdag membawa PT Serai Wangi Makmur Abadi menampilkan produk lada dengan merek Salakilo, pada Trade Expo Indonesia 2025, di ICE BSD City, Tangerang


BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com – Produk unggulan asal Kota Balikpapan kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, pada 15–19 Oktober 2025, produk lokal Balikpapan sukses menarik perhatian buyer dari berbagai negara.
Kegiatan berskala internasional ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan potensi produk lokal ke dunia global.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Adi Sudarto, menyebutkan bahwa keikutsertaan pihaknya di TEI merupakan bentuk komitmen dalam mendukung promosi dan pengembangan produk unggulan daerah.
“Kami berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2025 untuk menampilkan produk-produk unggulan Balikpapan. Tahun ini kami membawa dua pelaku usaha binaan, yaitu Yuni Cake Salakilo dengan produk lada, serta Kampoeng Timoer dengan produk olahan kepiting,” ujar Adi, Selasa (28/10/2025), di Balikpapan.
Menurut Adi, keikutsertaan pelaku UMKM dalam ajang internasional tersebut tidak hanya sebatas pameran, tetapi juga membuka peluang bisnis nyata. Salah satu pelaku usaha bahkan berhasil menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pembeli dari kawasan Asia Tenggara.
“Alhamdulillah, Yuni Cake Salakilo berhasil menandatangani MoU dengan buyer dari Asia Tenggara. Ini bukti bahwa produk lokal Balikpapan mampu bersaing di pasar internasional,” jelasnya.
Ajang Trade Expo Indonesia 2025 menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha untuk menjajaki kerja sama bisnis, memperluas jejaring, dan memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar global.
Dinas Perdagangan Balikpapan memanfaatkan momen ini untuk memperluas pasar ekspor bagi UMKM binaan yang telah memenuhi standar kualitas nasional.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa Balikpapan tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan jasa, tetapi juga memiliki produk unggulan potensial untuk ekspor, seperti lada lokal dan olahan kepiting khas daerah,” tambah Adi.
Dalam pameran tersebut, PT Serai Wangi Makmur Abadi menampilkan produk lada merek Salakilo, hasil olahan petani lokal Balikpapan yang dikenal memiliki cita rasa khas dan kualitas tinggi. Sementara itu, CV Azra Sentosa Jaya hadir dengan produk Kampoeng Timoer, yaitu peyek kepiting khas Balikpapan yang kini menjadi salah satu ikon kuliner daerah.
Kedua produk tersebut berhasil menarik perhatian buyer mancanegara berkat konsep produk lokal berbasis bahan alami dan ramah lingkungan.
Adi menegaskan, keikutsertaan dalam pameran internasional bukan sekadar soal transaksi penjualan, tetapi juga bagian dari pembelajaran dan peningkatan kapasitas UMKM agar lebih siap bersaing di pasar global.
“Melalui kegiatan seperti ini, pelaku usaha mendapatkan pengalaman berharga, mulai dari memahami standar ekspor, tren pasar global, hingga cara membangun jejaring dengan buyer luar negeri,” katanya.
Ke depan, Dinas Perdagangan Balikpapan akan terus mendorong partisipasi pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan promosi dan business matching untuk memperkuat eksistensi produk lokal di kancah internasional.
“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang berani melangkah ke pasar ekspor. Selain membawa nama baik Balikpapan, hal ini juga akan memperkuat perekonomian daerah,” tutup Adi.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *