
BALIKPAPAN, suarabalikpapan.com — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan terpaksa menunda sejumlah kegiatan fisik pada tahun anggaran 2026 akibat terjadinya pemangkasan anggaran yang cukup signifikan. Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran tahun depan hanya mencapai sekitar 34 persen dari total kebutuhan awal.
“Artinya, masyarakat perlu memahami bahwa beberapa kegiatan fisik memang harus tertunda. Dari anggaran seratus persen, kami hanya bisa melaksanakan sekitar tiga puluh empat persen saja pada tahun 2026,” ujar Haemusri, Jumat (07/11/2025).
Haemusri menjelaskan, pemangkasan anggaran berdampak langsung terhadap beberapa program strategis Disdag, terutama yang menyangkut peningkatan sarana dan prasarana perdagangan. Sejumlah program seperti revitalisasi pasar dan peningkatan fasilitas pendukung distribusi kebutuhan pokok harus ditunda.
Meski demikian, ia memastikan bahwa program yang masuk kategori prioritas tetap dijalankan sesuai arahan Pemerintah Kota Balikpapan.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Disdag bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan terus memperkuat pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok dan energi untuk mencegah lonjakan harga maupun potensi kelangkaan.
Untuk kebutuhan beras, Haemusri memastikan stok masih sangat aman.
“Alhamdulillah, pasokan beras kita cukup aman hingga Februari 2026. Saat ini kita memiliki cadangan sekitar 4.000 ton,” jelasnya.
Selain beras, Disdag juga memperketat pengawasan distribusi elpiji 3 kilogram, yang menjadi kebutuhan utama masyarakat berpenghasilan rendah. Berdasarkan data terakhir, stok LPG di Balikpapan dipastikan mencukupi hingga akhir tahun.
“Elpiji 3 kilogram ini kita awasi ketat. Sesuai ketentuan, gas ini hanya diperuntukkan bagi keluarga miskin, nelayan, pengemudi angkutan umum, dan pelaku usaha mikro. Kami juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusinya tepat sasaran,” tambah Haemusri.
Sementara itu, pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Balikpapan dan Kalimantan Timur juga dilaporkan dalam kondisi aman.
“Informasi terakhir yang kami terima, stok BBM di Balikpapan cukup dan terpantau stabil,” ujarnya.
Meski harus beroperasi dengan anggaran terbatas, Disdag Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketersediaan bahan pokok dan energi bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama menjelang akhir tahun.(sb-01)
Disdag Balikpapan Fokus Program Prioritas di Tengah Pemangkasan Anggaran 2026












