DISDAG BALIKPAPAN

Pasar Induk Kariangau Perkuat Distribusi Sembako untuk Balikpapan dan IKN

363
×

Pasar Induk Kariangau Perkuat Distribusi Sembako untuk Balikpapan dan IKN

Share this article
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar


BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Pembangunan Pasar Induk di kawasan KM 5,5 Kelurahan Kariangau, Balikpapan Utara, dinilai mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat distribusi sembilan bahan pokok (sembako) untuk Balikpapan, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, serta daerah sekitar seperti Penajam Paser Utara (PPU), Paser, dan Kutai Kartanegara.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan bahwa keberadaan pasar induk memiliki nilai manfaat besar karena mampu menjadi tulang punggung kebutuhan pangan Balikpapan dan wilayah penyangga lainnya.
“Pasar induk ini sangat strategis karena berada dekat Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Seluruh distribusi sembako nantinya wajib masuk melalui pasar induk sebelum menuju pusat kota,” ujarnya di ruangan kerjanya Selasa (18/11/2025)siang.
Menurut Haemusri, konsep yang disusun dalam Detail Engineering Design (DED) menjadikan pasar induk ini sebagai pusat distribusi modern dengan fasilitas yang disiapkan untuk kebutuhan distributor dan masyarakat.
Fasilitas tersebut meliputi: Area perdagangan untuk seluruh komoditas sembako,
Lahan parkir luas untuk kendaraan besar, Fasilitas display komoditas, Kendaraan pickup untuk distribusi ke pasar tradisional, Sarana pergudangan lengkap, Unit ritel modern seperti Indomaret, Alfamart, atau Maxi, SPBU, cuci kendaraan, serta sentra kuliner. Selain itu, distributor beras diwajibkan menyewa gudang yang dikelola pemerintah.
Pemerintah juga menyiapkan cool storage sebagai fasilitas penyimpanan utama. Hal ini dinilai lebih menguntungkan bagi distributor yang selama ini harus menyewa fasilitas penyimpanan di pelabuhan.
“Sekitar 90 persen pangan kita berasal dari Jawa dan Sulawesi, sementara lahan pangan kita hanya 5–10 persen. Karena itu, gudang pemerintah ini akan menyimpan stok pangan hingga bisa bertahan dua tahun atau lebih. Saat terjadi gejolak inflasi, stok tersebut dapat segera dikeluarkan,” jelasnya.
Konsep pergudangan ini akan mengadopsi sistem milik Bulog sehingga pemerintah dapat memantau ketersediaan pangan secara akurat.
Haemusri menambahkan, dengan gudang terpusat, pemerintah dapat menghitung kebutuhan dan pasokan pangan masyarakat Balikpapan secara lebih presisi.
“Selama ini jalur distribusi terlalu banyak. Jika semua distributor wajib menyimpan stok di gudang pemerintah, kami akan siapkan aplikasi monitoring. Jumlah beras, bawang, tomat, cabai, dan lainnya bisa dipantau secara real time,” tegasnya.
Pada tahap pengoperasian nanti, pemerintah akan melibatkan pedagang, terutama yang selama ini berjualan di bahu jalan kawasan Pandansari. Mereka akan diberikan Surat Izin Tempat Berusaha (SITB) untuk menempati fasilitas pasar induk.
“Kami prioritaskan pedagang Pandansari agar mereka punya tempat usaha yang lebih tertata,” tambah Haemusri.
Rencana pembangunan pasar induk saat ini tengah memasuki tahap finalisasi. Siteplan dan masterplan dijadwalkan dipresentasikan pada Desember 2025.
“Nantinya untuk pengelolaan pasar induk ini pemerintah kota akan membuat perda,” tandas Haemusri.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *