DISDAG BALIKPAPAN

Jelang Akhir Tahun, Satgas Pangan Balikpapan Perketat Pengawasan Harga dan Stok Beras

157
×

Jelang Akhir Tahun, Satgas Pangan Balikpapan Perketat Pengawasan Harga dan Stok Beras

Share this article
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar


BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com — Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Satgas Pangan memperketat pengawasan terhadap potensi kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok, terutama beras. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pangan dengan harga wajar di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang libur panjang dan perayaan akhir tahun.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar, menyampaikan bahwa Satgas Pangan telah melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik vital, mulai dari distributor beras, toko ritel modern, hingga pasar tradisional.
Penelusuran lapangan yang dipimpin Kepala Sat Reskrim Polresta Balikpapan, AKP Zeska Julian selaku Ketua Satgas Pangan, menunjukkan bahwa stok beras di distributor maupun pasar masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Tidak ditemukan indikasi kelangkaan.
Mayoritas pedagang masih menjual beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah. Saat ini HET beras premium ditetapkan sebesar Rp15.400 per kilogram, namun di beberapa pasar rakyat ditemukan harga mencapai Rp16.000 per kilogram.
“Sebagian pedagang menjual di atas HET karena mereka membeli dari tangan kedua atau ketiga. Kami sudah berkoordinasi dengan Bagian Ekonomi untuk mencari solusi agar harga kembali sesuai standar,” ujar Haemusri saat ditemui di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (20/11/2025).
Satgas Pangan tetap meningkatkan monitoring untuk mengantisipasi praktik nakal seperti penimbunan, pengurangan pasokan, maupun permainan harga yang merugikan masyarakat.
Haemusri mengimbau para pedagang agar tidak melakukan praktik spekulatif. Menurutnya, HET juga berpotensi perlu dievaluasi karena sudah lama tidak diperbarui dan dinilai kurang relevan dengan dinamika harga di lapangan.
Untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga, tim pengawasan terpadu yang terdiri dari Disdag, Satgas Pangan, Polda Kaltim, dan Polres Balikpapan diterjunkan untuk memantau logistik termasuk mencegah kemungkinan aksi penimbunan.
“Kami terus memantau pergerakan harga dan ketersediaan barang. Harapannya masyarakat dapat berbelanja dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga,” tegas Haemusri.
Pemkot Balikpapan memastikan bahwa stabilitas harga pangan menjadi prioritas, terutama pada periode konsumsi tinggi menjelang akhir tahun.
“Ketersediaan bahan pokok aman dan harga relatif stabil. Kami berharap masyarakat dapat menyambut akhir tahun dengan tenang,” tutup Haemusri.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *