
BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menetapkan revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur sebagai fokus utama pembangunan sektor perdagangan pada tahun 2026. Langkah ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus meningkatkan kualitas pasar tradisional di kota minyak tersebut.
Proyek revitalisasi ini telah masuk dalam program prioritas Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp45 miliar. Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar sebelum pelaksanaan fisik dimulai. Penyusunan DED dilakukan bersamaan dengan proses konsolidasi lahan bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
“Untuk Pasar Induk, DED sedang dalam penyusunan. Namun prioritas tetap pada lahan seluas lima hektare yang statusnya sudah aman. Ada sekitar enam hektare lainnya yang masih perlu diselesaikan secara administrasi,” jelas Haemusri, Senin (27/10/2025).
Ia menambahkan, pembangunan fisik akan dimulai setelah seluruh dokumen teknis rampung. Meski anggaran pembangunan pasar induk belum tercantum dalam APBD 2026, revitalisasi Pasar Inpres telah mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Balikpapan dan masuk dalam daftar program prioritas daerah.
Sebagai antisipasi terhadap dampak pembangunan, Disdag menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar aktivitas perdagangan tetap berjalan. Sosialisasi tahap pertama kepada pedagang telah dilakukan bersama BKAD, sementara tahap kedua akan digelar setelah desain pasar baru disetujui.
Revitalisasi Pasar Inpres diharapkan menjadi langkah awal modernisasi pasar tradisional di Balikpapan. Melalui pembenahan infrastruktur, penataan ruang, dan peningkatan fasilitas pendukung, pasar ini ditargetkan menjadi pusat ekonomi rakyat yang tertib, bersih, dan nyaman.
“Pembangunan pasar bukan hanya soal gedung, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan manusiawi. Kami ingin pedagang lebih nyaman dan pembeli lebih tertarik datang ke pasar,” ujar Haemusri.
Menurutnya, pembangunan memiliki makna lebih luas dari sekadar proyek fisik.
“Pembangunan sejatinya adalah upaya menumbuhkan harapan. Seperti halnya cinta, kerja keras yang tulus akan selalu menemukan hasil terbaik bagi kota tercinta,” tutupnya.(sb-02)
Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur Jadi Program Utama Perdagangan Balikpapan 2026












