DISDAG BALIKPAPAN

Pemkot Balikpapan Perkuat Dukungan UMKM untuk Tembus Pasar Ekspor

820
×

Pemkot Balikpapan Perkuat Dukungan UMKM untuk Tembus Pasar Ekspor

Share this article
Pemkot Balikpapan meningkatkan dukungan bagi UMKM melalui pendampingan, pelatihan, kurasi produk, hingga layanan Export Center Balikpapan untuk mendorong kesiapan ekspor dan daya saing global.


BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan memasuki pasar global. Upaya ini dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan, fasilitasi perizinan, hingga pelatihan peningkatan kapasitas usaha.
Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, Haemusri, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus mendorong perkembangan UMKM di pasar lokal, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu masuk dalam rantai perdagangan internasional.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada para pelaku UMKM. Pemerintah Kota Balikpapan akan terus hadir melalui pendampingan, perizinan, pelatihan, hingga penguatan kapasitas usaha. Tujuannya satu: UMKM harus naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Menurut Haemusri, tantangan utama UMKM saat ini bukan hanya kemampuan memproduksi barang, tetapi juga memastikan produk memenuhi standar ekspor. Hal itu mencakup kualitas, kemasan, hingga legalitas produksi.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Perdagangan secara rutin mengadakan kurasi produk, pelatihan standardisasi, serta penguatan manajemen usaha. Beberapa UMKM di Balikpapan juga mulai menunjukkan perkembangan positif, terutama pada sektor makanan olahan, kerajinan, dan komoditas hasil hutan bukan kayu seperti damar batu.
“Kita ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga kompetitif. Untuk masuk pasar luar negeri, UMKM membutuhkan ekosistem yang kuat, dan itu yang sedang kita bangun,” tambahnya.
Dukungan terhadap UMKM semakin diperkuat dengan beroperasinya Export Center Balikpapan yang diresmikan Menteri Perdagangan pada Agustus 2025. Fasilitas ini menyediakan layanan mulai dari konsultasi prosedur ekspor, pendampingan legalitas, pembiayaan, hingga pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional.
“Export Center adalah rumah bagi UMKM untuk belajar, berkonsultasi, dan mempersiapkan produk agar siap diekspor. Dengan fasilitas ini, hambatan-hambatan ekspor yang selama ini dirasakan UMKM mulai bisa teratasi,” kata Haemusri.
Pemerintah Kota Balikpapan juga melihat peluang besar melalui keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kedekatan geografis dan posisi Balikpapan sebagai pusat jasa serta gerbang logistik Kalimantan Timur menjadikannya berpotensi menjadi hub ekonomi dan ekspor regional.
“Kita ingin UMKM Balikpapan menjadi bagian dari rantai pasok nasional dan internasional. Balikpapan punya semua kesempatan, tinggal bagaimana kita mempersiapkannya,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan menargetkan peningkatan jumlah UMKM yang masuk kategori export ready dalam dua tahun ke depan. Upaya ini dilakukan melalui pendampingan intensif bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, lembaga pembiayaan, hingga sektor swasta.
Haemusri berharap semakin banyak produk lokal Balikpapan yang mampu bersaing di pasar internasional.
“Semoga makin banyak pelaku UMKM Balikpapan yang berani melangkah ke pasar ekspor. Pemerintah siap mendukung sepenuhnya,” pungkasnya.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *