DPRD Balikpapan

Sampah Balikpapan Melonjak 550 Ton per Hari, DPRD Dorong Penguatan TPST dan APBD 2027

23
×

Sampah Balikpapan Melonjak 550 Ton per Hari, DPRD Dorong Penguatan TPST dan APBD 2027

Share this article
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Yusri

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Balikpapan. Lonjakan volume sampah yang kini menyentuh sekitar 550 ton per hari membuat kapasitas TPA Manggar semakin tertekan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 760 ribu jiwa, produksi sampah harian terus meningkat seiring pertumbuhan kota yang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi ini menjadi peringatan serius terhadap keberlanjutan sistem pengelolaan sampah di Balikpapan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menegaskan persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi juga perhatian legislatif.
Menurutnya, perluasan lahan TPA bukan solusi jangka panjang. Pemerintah harus memaksimalkan lahan yang ada dengan sistem pengolahan yang lebih efektif dan terintegrasi.
“Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kota Balikpapan membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), yakni di Kariangau (Balikpapan Barat), Kota Hijau (Balikpapan Selatan), dan Graha Indah (Balikpapan Utara).
Dua TPST, yakni Kariangau dan Kota Hijau, telah dilengkapi peralatan memadai dan mulai beroperasi. Fungsinya difokuskan pada pemilahan dan pengolahan sampah untuk mengurangi beban yang masuk ke TPA Manggar,” kata Yusri Rabu (18/2/2026)
Dari target pengurangan yang ditetapkan, saat ini volume sampah yang berhasil ditekan mencapai sekitar 380 ton per hari. Artinya, terjadi pengurangan sekitar 120 ton dari total produksi harian.
Namun, satu TPST lainnya belum beroperasi maksimal akibat keterbatasan sarana dan prasarana.
DPRD mendorong agar pengadaan peralatan untuk TPST yang belum optimal diprioritaskan dalam APBD 2027. Langkah ini dinilai penting agar Balikpapan tidak mengalami kondisi darurat sampah seperti sejumlah daerah lain.
Selain itu, fungsi pengawasan terhadap kinerja dinas terkait akan terus diperkuat untuk memastikan pengelolaan berjalan efektif.
DPRD juga mengusulkan agar pengelolaan sampah tidak sepenuhnya dibebankan kepada DLH. Keterlibatan kelurahan dan kecamatan dinilai krusial, termasuk dalam penyediaan sarana seperti gerobak sampah serta penguatan sistem pemilahan di tingkat masyarakat.
Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi kunci agar volume yang masuk ke TPA Manggar dapat terus ditekan. Dengan sistem terintegrasi, Balikpapan diharapkan mampu menjaga daya dukung lingkungan di tengah pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan yang semakin dinamis.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *