BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com — Perubahan struktur APBD Kota Balikpapan Tahun 2026 menjadi perhatian serius legislatif. Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menegaskan bahwa penyesuaian anggaran harus dicermati secara detail menyusul pemangkasan besar dana transfer dari pemerintah pusat.
Semula, total rencana anggaran daerah diproyeksikan mencapai Rp4,5 triliun. Namun setelah adanya kebijakan pemangkasan, angka tersebut terkoreksi signifikan menjadi Rp3,3 triliun.
“Dari beberapa OPD, rata-rata dipotong,” ujar Budiono, Rabu (25/2/2026).
Penurunan hampir Rp1,2 triliun itu berdampak luas terhadap program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sejumlah rencana kegiatan pun terpaksa disesuaikan ulang agar tetap sejalan dengan kapasitas fiskal terbaru.
Di tengah efisiensi besar-besaran, ada satu sektor yang justru dipertahankan bahkan diperkuat: pendidikan. Budiono menyebut kebijakan tidak memangkas anggaran Dinas Pendidikan menjadi sinyal kuat bahwa sektor ini ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Menurutnya, kondisi di lapangan masih menunjukkan berbagai persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan ruang belajar, fasilitas pendukung, hingga kekurangan tenaga pendidik di sejumlah sekolah.
Momentum perubahan APBD 2026, kata dia, harus dimanfaatkan untuk memperbaiki persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Salah satu langkah konkret yang mendapat dukungan legislatif adalah rencana Dinas Pendidikan merekrut sekitar 500 guru baru untuk jenjang SD dan SMP.
Meski pada tahap awal kemungkinan berstatus kontrak, Budiono menilai kebijakan tersebut sangat mendesak guna menutup kekurangan tenaga pengajar.
“Saya mendukung itu, karena faktanya memang kita kekurangan guru,” tegasnya.
Rekrutmen ini diharapkan mampu mendorong pemerataan distribusi guru di seluruh wilayah Balikpapan, termasuk kawasan dengan pertumbuhan permukiman yang pesat.
Budiono menegaskan, penguatan sektor pendidikan tidak boleh melambat meskipun kondisi fiskal daerah sedang tertekan. Keputusan mempertahankan anggaran pendidikan dinilai sebagai bentuk kesepahaman bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi generasi masa depan Balikpapan.
Ia berharap Dinas Pendidikan dapat bekerja lebih strategis, transparan, dan efisien dalam merealisasikan tambahan anggaran tersebut. Mulai dari pembangunan sekolah baru, peningkatan sarana prasarana, hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik.
“Ia berpandangan bahwa pendidikan harus terus diperkuat. Ini momentum memperbaiki kekurangan yang sudah lama terjadi,” tutup Budiono.(sb-02)
APBD Balikpapan 2026 Turun Drastis, Hampir Semua OPD Terdampak












