Kabupaten Paser

Ancaman PHK Meningkat, HIPKA Minta Dunia Usaha Tetap Optimistis

34
×

Ancaman PHK Meningkat, HIPKA Minta Dunia Usaha Tetap Optimistis

Share this article
Koordinator Kompartemen Relasi Publik, Relasi Asosiasi Himpunan dan Media HIPKA Indonesia, Muhammad Nasir

TANA PASER,suarabalikpapan.com – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mulai dirasakan di berbagai sektor usaha menjadi tanda tekanan ekonomi yang kian nyata. Penurunan produksi serta ketidakpastian pasar memaksa sejumlah perusahaan mengambil langkah efisiensi, termasuk mengurangi tenaga kerja.
Koordinator Kompartemen Relasi Publik, Relasi Asosiasi Himpunan dan Media HIPKA Indonesia, Muhammad Nasir, menyebut kondisi ini sebagai realitas yang tidak bisa dihindari oleh pelaku usaha saat ini.
“Kita harus jujur bahwa kondisi ekonomi memang sedang tidak mudah. PHK bukan keputusan yang diinginkan, tetapi dalam situasi tertentu menjadi langkah yang harus diambil agar perusahaan tetap bertahan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Meski dihadapkan pada tantangan berat, Nasir menegaskan bahwa situasi ini bukan alasan untuk kehilangan harapan. Ia mendorong pelaku usaha untuk mengubah cara pandang dan lebih fokus pada peluang yang masih terbuka.
Menurutnya, Indonesia masih memiliki potensi besar untuk tumbuh, khususnya di sektor industri digital dan energi terbarukan yang terus berkembang.
“Ke depan, yang bisa bertahan bukan hanya yang besar, tapi yang cepat beradaptasi. Inovasi dan efisiensi menjadi kunci dalam menghadapi tekanan ekonomi seperti sekarang,” katanya.
Nasir juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas iklim usaha. Kebijakan yang tepat dinilai mampu mendorong investasi serta membuka peluang kerja baru di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai sangat penting untuk meminimalkan dampak PHK yang lebih luas.
Di sisi lain, Nasir memberikan pesan kepada para pekerja yang terdampak PHK agar tidak larut dalam situasi sulit. Ia menilai kondisi ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan keterampilan dan mencari peluang baru.
“Ini bukan akhir dari segalanya. Justru bisa menjadi momentum untuk meningkatkan keterampilan dan mencari peluang baru yang mungkin selama ini belum dilirik,” ujarnya.
Nasir menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk melewati masa sulit ini. Dengan tetap optimistis dan fokus pada solusi, ia meyakini perekonomian Indonesia dapat kembali bangkit.
“Situasi ini berat, tapi bukan tidak bisa dilalui. Kita harus tetap optimistis dan bergerak bersama mencari jalan keluar,” pungkasnya.(sb-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *