Kota Balikpapan

Penyerapan APBD Balikpapan 2025 Tembus 97,10 Persen

61
×

Penyerapan APBD Balikpapan 2025 Tembus 97,10 Persen

Share this article
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com-Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2025 mencapai 97,10 persen hingga akhir Desember. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari DPRD karena dinilai mencerminkan kinerja pelaksanaan program yang berjalan baik.
Hal ini disampaikan dalam sidang paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Balikpapan tahun 2025 yang digelar di Hotel Grand Senyiur, Senin (6/4/2026).
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyebutkan realisasi keuangan setelah APBD Perubahan tercatat sebesar Rp4,26 triliun. Dari jumlah tersebut, penyerapan anggaran mencapai Rp4,13 triliun atau sekitar 97,10 persen.
“Realisasi keuangan mencapai 92,67 persen. Ini menunjukkan pelaksanaan program berjalan cukup baik hingga akhir tahun,” ujarnya.
Bagus mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kondisi fiskal. Salah satu kendala utama adalah pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjalankan berbagai program yang dibutuhkan masyarakat.
“Tantangan terbesar adalah keterbatasan fiskal, sementara ekspektasi masyarakat terhadap pembangunan sangat tinggi,” jelasnya.
Adapun total belanja daerah setelah perubahan anggaran tercatat sebesar Rp4,13 triliun hingga 31 Desember 2025. Rinciannya meliputi: Belanja operasi: Rp3,17 triliun dan
Belanja modal: Rp1,56 triliun. Dari belanja modal tersebut, realisasi mencapai Rp1,49 triliun atau sekitar 95,32 persen.
Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, turut mengapresiasi capaian penyerapan APBD 2025 yang mencapai 97,10 persen dari total anggaran Rp4,27 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut mencakup belanja pegawai maupun belanja fisik yang berjalan cukup optimal.
Namun, ia mengakui belum tercapainya angka 100 persen dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keterlambatan proses tender proyek.
Ke depan, DPRD berharap penyerapan APBD 2026 bisa lebih maksimal.
“Kami berharap pada 2026 penyerapan bisa mencapai 100 persen sehingga dapat meminimalkan SiLPA,” ujarnya.(sb-03)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *