DPRD Balikpapan

Alwi Al Qadri: Penanganan Banjir Balikpapan Butuh Rp2 Triliun, Tak Bisa Instan

237
×

Alwi Al Qadri: Penanganan Banjir Balikpapan Butuh Rp2 Triliun, Tak Bisa Instan

Share this article
Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri

BALIKPAPAN,suarabalikpapan.com – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan bahwa penanganan banjir di Balikpapan membutuhkan anggaran sangat besar dan tidak dapat diselesaikan secara instan.
Menurutnya, total kebutuhan dana untuk menuntaskan persoalan banjir diperkirakan mencapai Rp2 triliun. Sementara itu, anggaran yang baru tersedia sekitar Rp200 miliar atau sekitar 10 persen dari total kebutuhan.
“Penanganan banjir ini nominalnya cukup besar, mungkin sekitar Rp2 triliun. Sementara yang baru kita anggarkan kurang lebih Rp200 miliar. Ibaratnya itu baru 10 persen,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Jumat (27/2/2026).
Alwi menjelaskan, besarnya kebutuhan anggaran mencerminkan kompleksitas persoalan banjir yang dihadapi kota tersebut. Penanganan tidak hanya sebatas perbaikan saluran air, tetapi mencakup pembangunan drainase terpadu, normalisasi sungai, pengendalian daerah aliran sungai, hingga pembangunan kolam retensi.
Seluruh program tersebut membutuhkan perencanaan jangka panjang dan pembiayaan yang tidak sedikit.
“Tidak mungkin langsung habis dari APBD kita. Rp2 triliun itu bukan angka kecil. APBD Kota tentu punya keterbatasan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa penyelesaian banjir tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan fiskal pemerintah kota. Dukungan dari pemerintah pusat dan bantuan keuangan dari pemerintah provinsi dinilai menjadi faktor penting agar program pengendalian banjir berjalan optimal.
“Kalau mengandalkan APBD sendiri, akan sangat berat. Tentu harus ada dukungan dari pemerintah pusat maupun bantuan keuangan dari pemerintah provinsi,” katanya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Alwi memastikan DPRD tetap mendukung arah pembangunan yang disusun Pemerintah Kota Balikpapan. Ia menilai, secara umum pembangunan kota menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, makin hari dari tahun ke tahun sudah sangat baik. Pembangunan berjalan, kualitas kota juga meningkat,” ucapnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar banjir tidak dipandang sebagai persoalan musiman. Menurutnya, banjir merupakan pekerjaan rumah besar yang memerlukan komitmen anggaran secara konsisten dan program yang berkelanjutan.
“Kadang masyarakat bertanya kenapa banjir tidak bisa langsung selesai. Karena skalanya besar. Rp2 triliun itu harus kita siapkan bertahap. Tidak bisa instan,” tandasnya.
Alwi juga mengajak masyarakat memahami tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. DPRD, kata dia, akan terus mengawal proses penganggaran agar penanganan banjir tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan sektor pembangunan lainnya demi kemajuan Kota Balikpapan.(sb-02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *