DPRD Kaltim

Arfan Dorong Pemberdayaan UMKM untuk Cegah Kemiskinan

128
×

Arfan Dorong Pemberdayaan UMKM untuk Cegah Kemiskinan

Share this article
Anggota DPRD Kaltim Arfan

SANGATTA, suarabalikpapan.com – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Arfan, menegaskan pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah strategis dalam mengatasi kemiskinan. Menurutnya, dengan dukungan dari pemerintah daerah, UMKM bisa menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat kecil.
Arfan menyebutkan bahwa salah satu cara untuk mendorong kemajuan UMKM adalah melalui penyelenggaraan wadah bagi para pengusaha kecil, seperti pameran atau event yang dapat menarik perhatian pasar.
“Saya percaya jika pemerintah daerah gencar mengadakan event atau lomba yang berfokus pada trik-trik perdagangan, pelaku UMKM bisa lebih kreatif dalam mengembangkan dan memasarkan produk mereka,” ujarnya saat ditemui di Sangatta.
Arfan menambahkan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang harus mendapat perhatian lebih, terutama di daerah seperti Kutai Timur. Meskipun UMKM memiliki potensi besar, mereka masih menghadapi banyak tantangan yang memerlukan dukungan serius dari pemerintah daerah.
“UMKM perlu diberi kesempatan untuk berkembang. Ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang bagaimana memulai dan mengelola usaha, mulai dari pengolahan produk hingga cara pemasaran yang efektif,” ujar Arfan.
Salah satu isu utama yang dihadapi oleh UMKM di Kutai Timur adalah masalah perlindungan. Arfan menilai bahwa pelaku usaha kecil harus diberikan regulasi yang jelas, seperti peraturan daerah (Perda) yang mendukung pemberdayaan UMKM. Perlindungan ini akan memastikan bahwa usaha kecil tidak terhambat oleh masalah yang bisa merugikan mereka.
Contoh konkret, kata Arfan, adalah kendala yang dihadapi UMKM yang harus menitipkan produk mereka di pasar modern selama tiga bulan. Hal ini mengakibatkan modal usaha mereka tertahan, sementara produk belum tentu laku dalam waktu tersebut. Jika produk tidak terjual, maka barang tersebut akan dikembalikan, yang menyebabkan kerugian bagi para pelaku UMKM.
“Masalah ini harus segera ditangani. Pemerintah daerah harus memberikan perhatian lebih agar para pelaku UMKM tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga mendapatkan solusi konkret yang bisa mendongkrak usaha mereka,” ungkap Arfan.
Arfan berharap pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat lebih fokus pada pemberdayaan UMKM dengan langkah-langkah nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan perhatian lebih, UMKM tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga berkembang dan menjadi solusi nyata dalam menanggulangi kemiskinan,” tandas Arfan. (adv/sb-01/dprdkaltim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *